Begini Cara Para Ahli Kejiwaan Mengatasi Stres Berlibur (1)

Begini Cara Para Ahli Kejiwaan Mengatasi Stres Berlibur (1)

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Sabtu, 03 Mar 2018 15:34 WIB
Begini Cara Para Ahli Kejiwaan Mengatasi Stres Berlibur (1)
Foto: Thinkstock
Jakarta - Banyak riset yang menunjukkan bahwa meskipun sedang berlibur, stres juga tetap tidak dapat dihindari. Malahan, ketika sedang musim berlibur, stres akan lebih meningkat daripada biasanya.

Para ahli kejiwaan pun tidak luput dari hal tersebut. Biasanya mereka yang membantu orang lain mengatur emosi mereka, kini mereka harus menggunakan saran-saran mereka untuk menjaga kesehatan mental mereka sendiri.

Penasaran apa rahasia mereka? Dirangkum dari HuffPost, ini rahasia brilian para ahli kejiwaan mengatasi stres berlibur:

1. Sisihkan waktu untuk bermeditasi

Foto: thinkstock
"Aku mengatasi stres berlibur dengan melakukan rutinitas self-care yang aku lakukan tiap harinya, biasanya berolahraga dan meditasi mindfulness (fokus)," kata Ricks Warren, profesor klinis dari Departemen Psikiatri di University of Michigan.

"Aku bermeditasi pada siang hari untuk membantuku fokus melakukan satu persatu kegiatan dan tidak mengkhawatirkan hal lainnya."

Baca juga: Manfaat Meditasi: Kontrol Nafsu Makan Hingga Jaga Kesehatan Otak

2. Katakan pada dirimu sendiri tak apa untuk istirahat dari keluarga

Foto: Thinkstock
Ketua dari American Psychoteraphy Association, Dan Reidenberg kadang mengambil waktu untuk sendiri dari keluarga. Eits, bukan berarti bersama keluarga itu tidak baik lho, tetapi menurut Reidenberg, adakalanya keluarga membawa stres, ketegangan, dan kisah unik tersendiri yang berkumpul menjadi satu tempat selama liburan, dan itu tidak tertahankan.

"Untuk membantu mengatasinya, aku mencoba untuk bersiap, tahu siapa saja nanti yang akan berada di sana dan siapa yang suka memancing masalah dan emosi (biasanya di tiap keluarga punya 'trouble maker'nya masing-masing)," kata Reidenberg.

"Tahu kapan aku bisa meninggalkan ruangan atau obrolan adalah perencanaan yang tepat untuk menghindari stres."

3. Beri waktu untuk bebas dari teknologi

Foto: Thinkstock
"Karena hal-hal elektronik, seperti email, kanal pasien, akses laman, sangat penting bagi para ahli untuk 'mematikan' beberapa di antaranya dan keluar agar mereka punya waktu bebas," kata Michelle Riba, direktur dari Depression Center di University of Michigan.

"Meski begitu, lebih mudah dikatakan daripada dilakukan, sih," imbuhnya.

Baca juga: Awas! Kecanduan Smartphone Juga Bahaya Bagi Jantung

4. Ada yang tidak sempurna? It's okay!

Foto: Thinkstock
Ricks Warren menambahkan, supaya terbebas dari stres saat liburan ia merasa pentingnya stress management dalam menerima bahwa ada hal-hal yang tidak bisa sempurna.

"Misalnya seperti pesta tidak berjalan seperti seharusnya, berapa banyak orang yang akan kutemui, kado apa yang perlu kubeli, atau apakah acara atau liburan ini sesuai dengan ekspektasi," lanjutnya.

5. Selalu rencanakan liburanmu

Foto: Thinkstock
"Waktu selalu menjadi isu saat tiba musim liburan," kata Ken Yeager, direktur dari program Stress, Trauma and Resilience di The Ohio State University Wexner Medical Center.

Ia menambahkan, "Aku selalu merencakanan liburanku beberapa minggu sebelum musim liburan untuk membantuku mengurangi stres dan waktu yang harus dihabiskan terkait dengan semua liburan yang ada di kalender."

Baca juga: Liburan Selesai, Ini Tips Agar Tak Stres di Hari Pertama Kerja
Halaman 2 dari 6
"Aku mengatasi stres berlibur dengan melakukan rutinitas self-care yang aku lakukan tiap harinya, biasanya berolahraga dan meditasi mindfulness (fokus)," kata Ricks Warren, profesor klinis dari Departemen Psikiatri di University of Michigan.

"Aku bermeditasi pada siang hari untuk membantuku fokus melakukan satu persatu kegiatan dan tidak mengkhawatirkan hal lainnya."

Baca juga: Manfaat Meditasi: Kontrol Nafsu Makan Hingga Jaga Kesehatan Otak

Ketua dari American Psychoteraphy Association, Dan Reidenberg kadang mengambil waktu untuk sendiri dari keluarga. Eits, bukan berarti bersama keluarga itu tidak baik lho, tetapi menurut Reidenberg, adakalanya keluarga membawa stres, ketegangan, dan kisah unik tersendiri yang berkumpul menjadi satu tempat selama liburan, dan itu tidak tertahankan.

"Untuk membantu mengatasinya, aku mencoba untuk bersiap, tahu siapa saja nanti yang akan berada di sana dan siapa yang suka memancing masalah dan emosi (biasanya di tiap keluarga punya 'trouble maker'nya masing-masing)," kata Reidenberg.

"Tahu kapan aku bisa meninggalkan ruangan atau obrolan adalah perencanaan yang tepat untuk menghindari stres."

"Karena hal-hal elektronik, seperti email, kanal pasien, akses laman, sangat penting bagi para ahli untuk 'mematikan' beberapa di antaranya dan keluar agar mereka punya waktu bebas," kata Michelle Riba, direktur dari Depression Center di University of Michigan.

"Meski begitu, lebih mudah dikatakan daripada dilakukan, sih," imbuhnya.

Baca juga: Awas! Kecanduan Smartphone Juga Bahaya Bagi Jantung

Ricks Warren menambahkan, supaya terbebas dari stres saat liburan ia merasa pentingnya stress management dalam menerima bahwa ada hal-hal yang tidak bisa sempurna.

"Misalnya seperti pesta tidak berjalan seperti seharusnya, berapa banyak orang yang akan kutemui, kado apa yang perlu kubeli, atau apakah acara atau liburan ini sesuai dengan ekspektasi," lanjutnya.

"Waktu selalu menjadi isu saat tiba musim liburan," kata Ken Yeager, direktur dari program Stress, Trauma and Resilience di The Ohio State University Wexner Medical Center.

Ia menambahkan, "Aku selalu merencakanan liburanku beberapa minggu sebelum musim liburan untuk membantuku mengurangi stres dan waktu yang harus dihabiskan terkait dengan semua liburan yang ada di kalender."

Baca juga: Liburan Selesai, Ini Tips Agar Tak Stres di Hari Pertama Kerja

(Frieda Isyana Putri/ask)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads