Terungkap! Tanda-tanda yang Ditunjukkan oleh Seorang Psikopat

Terungkap! Tanda-tanda yang Ditunjukkan oleh Seorang Psikopat

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Sabtu, 03 Mar 2018 19:40 WIB
Terungkap! Tanda-tanda yang Ditunjukkan oleh Seorang Psikopat
Psikopat memiliki ciri salah satunya pribadi yang 'dingin'. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Psikopat adalah orang yang mengalami gangguan kepribadian yang ditandai dengan tidak adanya prinsip moral, emosional dan ketidakmampuan untuk menampilkan perilaku normal. Ia cenderung memfokuskan perhatiannya pada kebutuhan dasar seperti makanan, minuman dan uang daripada kebutuhan sosial seperti keluarga atau agama.

Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) memasukkannya dalam kategori gangguan kepribadian antisosial (APD), sementara Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menggambarkan sebagai gangguan kepribadian disosialis. Diperkirakan 1 dari 5 orang dengan APD adalah psikopat.

Dikutip dari Psychology Today, Sabtu (3/3/2018), berikut daftar kriteria yang dapat dilihat dari mereka yang digolongkan sebagai seorang psikopat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Psikopat Bisa Dikenali dari Cara Bicaranya

Foto: ilustrasi/thinkstock
Psikopat digambarkan sebagai orang yang kurang berperasaan dan menunjukkan kurangnya empati yang dimiliki. Bisa dibilang orang yang 'dingin'. Penelitian menemukan psikopat memiliki hubungan yang lemah antara komponen sistem emosional otak. Pemutusan hubungan ini bertanggung jawab atas ketidakmampuan untuk merasakan emosi secara mendalam. Psikopat juga tidak pandai mendeteksi ketakutan di wajah orang lain.

Penelitian lain melaporkan konektivitas fungsional yang menyimpang di antara bagian-bagian jaringan otak yang penting, bersamaan dengan berkurangnya volume di beberapa area penting di jaringan. Psikopat juga seorang yang tidak jijikan.

2. Tidak punya malu

Foto: Thinkstock
Psikopat dan, sampai tingkat tertentu, sosiopat, menunjukkan kurangnya emosi, terutama emosi sosial seperti rasa malu, rasa bersalah, dan rasa malu. Seorang ahli, Hervey Cleckley, mengatakan bahwa psikopat yang dihubunginya menunjukkan kurangnya reaksi afektif, penyesalan, atau rasa malu.

Seorang psikopat juga terkenal memiliki rasa takut yang minim. Ketika orang lain berada dalam situasi di mana mereka mengantisipasi bahwa sesuatu yang menyakitkan akan terjadi, seperti sengatan listrik ringan atau tekanan ringan yang diterapkan pada anggota tubuh, sebuah jaringan otak akan diaktifkan. Namun, pada subjek psikopat, jaringan otak ini tidak menunjukkan aktivitas.

Foto: Thinkstock
Sifat tidak bertanggung jawab sering dikaitkan dengan sifat seorang psikopat. Mereka menyalahkan orang lain atas hal-hal yang sebenarnya adalah kesalahan mereka. Mereka mungkin mengakui kesalahan saat dipaksa, tapi penerimaan ini tidak disertai rasa malu atau penyesalan, dan tidak memiliki kekuatan untuk mengubah perilaku masa depan.

Baca juga: Bagaimana Mengenali Ciri Orang Psikopat?

4. Rasa percaya diri yang tinggi

Foto: ilustrasi/thinkstock
Percaya diri adalah hal yang penting, namun orang psikopat cenderung punya rasa percaya diri yang belebihan. Cleckley sering berbicara tentang kesombongan pasiennya. Hare (1993) juga pernah menceritakan seorang sosiopat yang dipenjarakan percaya bahwa dirinya adalah perenang kelas dunia.

Cleckley juga menggambarkan psikopat sebagai sosok yang egosentrisitas patologis dan kurangnya rasa cinta. Disebut juga, gaya hidupnya cenderung parasit atau merugikan orang lain demi keuntungan diri sendiri.
Halaman 2 dari 5
Psikopat digambarkan sebagai orang yang kurang berperasaan dan menunjukkan kurangnya empati yang dimiliki. Bisa dibilang orang yang 'dingin'. Penelitian menemukan psikopat memiliki hubungan yang lemah antara komponen sistem emosional otak. Pemutusan hubungan ini bertanggung jawab atas ketidakmampuan untuk merasakan emosi secara mendalam. Psikopat juga tidak pandai mendeteksi ketakutan di wajah orang lain.

Penelitian lain melaporkan konektivitas fungsional yang menyimpang di antara bagian-bagian jaringan otak yang penting, bersamaan dengan berkurangnya volume di beberapa area penting di jaringan. Psikopat juga seorang yang tidak jijikan.

Psikopat dan, sampai tingkat tertentu, sosiopat, menunjukkan kurangnya emosi, terutama emosi sosial seperti rasa malu, rasa bersalah, dan rasa malu. Seorang ahli, Hervey Cleckley, mengatakan bahwa psikopat yang dihubunginya menunjukkan kurangnya reaksi afektif, penyesalan, atau rasa malu.

Seorang psikopat juga terkenal memiliki rasa takut yang minim. Ketika orang lain berada dalam situasi di mana mereka mengantisipasi bahwa sesuatu yang menyakitkan akan terjadi, seperti sengatan listrik ringan atau tekanan ringan yang diterapkan pada anggota tubuh, sebuah jaringan otak akan diaktifkan. Namun, pada subjek psikopat, jaringan otak ini tidak menunjukkan aktivitas.

Sifat tidak bertanggung jawab sering dikaitkan dengan sifat seorang psikopat. Mereka menyalahkan orang lain atas hal-hal yang sebenarnya adalah kesalahan mereka. Mereka mungkin mengakui kesalahan saat dipaksa, tapi penerimaan ini tidak disertai rasa malu atau penyesalan, dan tidak memiliki kekuatan untuk mengubah perilaku masa depan.

Baca juga: Bagaimana Mengenali Ciri Orang Psikopat?

Percaya diri adalah hal yang penting, namun orang psikopat cenderung punya rasa percaya diri yang belebihan. Cleckley sering berbicara tentang kesombongan pasiennya. Hare (1993) juga pernah menceritakan seorang sosiopat yang dipenjarakan percaya bahwa dirinya adalah perenang kelas dunia.

Cleckley juga menggambarkan psikopat sebagai sosok yang egosentrisitas patologis dan kurangnya rasa cinta. Disebut juga, gaya hidupnya cenderung parasit atau merugikan orang lain demi keuntungan diri sendiri.

(ask/up)

Berita Terkait