Selasa, 06 Mar 2018 08:25 WIB

Drama Ketika Komedian Denmark Protes Iklan Obesitas Sebabkan Kanker

Firdaus Anwar - detikHealth
Cancer Research UK menyebut obesitas penyebab kanker terbesar kedua setelah merokok. Foto: thinkstock
Jakarta - Berbagai riset menunjukkan bahwa obesitas berkaitan erat dengan kanker dan data menunjukkan bahwa populasi penduduk saat ini semakin banyak yang masuk kategori obesitas. Atas dasar itu Cancer Research UK dalam seminggu terakhir mempublikasikan pesan-pesan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Salah satu pesan yang ditekankan adalah bahwa obesitas merupakan penyebab kanker terbanyak kedua setelah merokok. Cancer Research UK meminta agar iklan junk food dilarang dan orang-orang agar lebih mengonsumsi makanan sehat seimbang.

Hal tersebut berhasil menyita perhatian namun untuk alasan yang berbeda. Ini karena komedian asal Denmark mengkritik kampanye menyebutnya sebagai bentuk penyudutan orang gemuk (fat shaming).

Baca juga: Studi: Kelamaan Bertubuh Gemuk, Risiko Kanker Melonjak

"Bila memang peduli dengan orang gemuk mengapa memakai rasa malu, penghinaan, dan takut untuk membuat mereka berubah haluan? Hal-hal ini tidak akan membuat orang mengubah dirinya. Hal ini hanya akan membuat orang gemuk merasa tidak nyaman," kata Sofie dalam kicauan Twitternya.




Warganet ada yang setuju dengan pendapat Sofie tapi ada juga yang tidak.

Tam Fry dari National Obesity Forum setuju bahwa meledek orang gemuk memang tidak akan membantu. Namun demikian patut digarisbawahi penting bagi para petugas kesehatan untuk bisa secara tegas memberitahu pasien bahwa dirinya gemuk.

"Obesitas adalah isu yang harus diberi tahu langsung kepada seseorang. Bila orang itu ingin tetap obesitas dan bahagia maka ya sudah, tapi kita harus tetap beri tahu," kata Tam seperti dikutip dari BBC, Senin (5/3/2018).

Cancer Research UK sendiri mengeluarkan pernyataan untuk Sofie dalam kicauan balasan yang telah mendapat like lebih dari 30 ribu kali. Menurut Cancer Research UK kampanye tidak pernah dimaksudkan untuk menyudutkan orang gemuk tapi hanya ingin menyampaikan fakta yang perlu diketahui publik.

"Ini bukan tentang fat shaming. Ini adalah hal yang didasari bukti saintifik dan didesain untuk menyampaikan pesan penting ke publik," kata Profesor Linda Bauld dari Cancer Research UK.

Baca juga: Awas! Tubuh Gemuk Rentan Digerogoti Jenis-jenis Kanker Ini (1) (fds/up)