Rabu, 07 Mar 2018 12:06 WIB

Meninggal Saat Tidur dan Risiko Gangguan Jantung Seperti Davide Astori

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Kapten Fiorentina Davide Astori meninggal dalam tidurnya. Kematian saat tidur kerap dikaitkan dengan penyakit jantung. Foto: Gabriele Maltinti/Getty Images
Jakarta - Kapten tim sepakbola ACF Fiorentina Davide Astori meninggal dalam tidurnya beberapa hari lalu. Laporan resmi hasil autopsi menyebut Astori meninggal karena mengalami gagal jantung.

Kematian saat tidur memang kerap dikaitkan dengan penyakit jantung. Selain gagal jantung, serangan jantung dan juga henti jantung menjadi penyebab utama seseorang meninggal dalam tidurnya.

Baca juga: Astori Dipastikan Meninggal karena Gagal Jantung

Brandon Peters, MD, pakar kesehatan tidur dan neurologi dari Virginia Mason Medical Center, Seattle, Amerika Serikat, menyebut kematian dan tidur dalam epos Yunani Kuno adalah saudara kembar. Tak heran, meninggal saat tidur dinilai sebagai kematian yang paling damai dan ideal.

"Satu pertiga dari kehidupan kita dihabiskan untuk tidur. Tak mengejutkan jika angka orang-orang yang meninggal saat tidur cukup banyak dan umum," tutur Brandon, dikutip dari Very Well.

Dari beragam jenis gangguan jantung, henti jantung (cardiac arrest) menjadi penyebab tersering seseorang meninggal dalam tidurnya. Hal ini menurut Peters, berhubungan erat dengan ritme sirkadian dan fase rapid eye movement (REM) saat tidur yang membebani jantung.

Di sisi lain, seseorang juga berisiko mengalami gagal jantung (heart failure) saat tidur. Hal ini bisa terjadi terutama pada pengidap penyakit jantung kronis yang memiliki masalah kesulitan bernapas saat berbaring.

"Gagal jantung pada bilik sebelah kiri membuat bilik sebelah kanan tidak memompa darah, menyebabkan menumpuknya cairan di dalam paru-paru, pembengkakan di kaki dan tangan, dan bahkan kematian," tambahnya lagi.

Baca juga: Penyebab Seseorang Meninggal Saat Tidur

(mrs/fds)