Kamis, 08 Mar 2018 09:10 WIB

Dikira Flu, Anak Ini Meninggal Karena Misdiagnosis Penyakit Jantung

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Seorang gadis kecil dari California mengalami salah diagnosis atas penyakitnya dan meninggal empat hari kemudian. Alyssa Alcaraz (12), tak disangka ternyata mengalami serangan jantung dan sepsis karena infeksi di darahnya.

Pada 13 Desember 2017 lalu, Alyssa pulang sekolah seperti biasa. Namun menurut Keila Lino, ibunya, dia terlihat sedikit batuk-batuk dan menunjukkan gejala flu. Kemudian Alyssa menjadi semakin parah dan Keila membawanya ke Unit Gawat Darurat (UGD).

"Dokter di sana mengatakan bahwa anakku terkena flu," kata Keila, seperti dikutip dari Independent, Kamis (8/3/2018). "Ia memperbolehkan Alyssa pulang, namun ia tak kunjung sembuh."

Baca juga: Meninggal Dunia Usia Didiagnosis Sakit Flu, Apa yang Terjadi Dengan Wanita Ini?

Sebagai gadis yang aktif, Alyssa yang jago menyanyi dan ikut klub pemandu soraknya ini hanya mengeluh lelah dan kehilangan nafsu makan. Lalu, 4 hari setelahnya, Alyssa mengatakan kepada ibunya bahwa ia kesusahan bernapas.
Alyssa (tengah) merupakan anak yang aktif di pemandu sorak dan jago menyanyi.Alyssa (tengah) merupakan anak yang aktif di pemandu sorak dan jago menyanyi. (Foto: The Washington Post)
Keila kembali membawanya ke UGD, yang kemudian dokter menyatakan bahwa level oksigennya cukup rendah. "Aku langsung membawanya ke Kaweah Delta Medical Centre, tapi sudah terlalu terlambat," lanjutnya.

Di rumah sakit tersebut, Keila dan suaminya, Jeremy, diberitahu oleh dokter bahwa anaknya terjangkit virus meningitis. Tapi beberapa hari kemudian sebelum pemakaman Alyssa, mereka baru mengetahui bahwa anaknya meninggal karena serangan jantung dan septic shock dari infeksi bakteri yang entah bagaimana bisa masuk ke dalam darahnya dan langsung mematikan seluruh fungsi organnya.

Baca juga: Jamur Juga Bisa Tumbuh di Darah

Penjelasan tersebut mereka dapatkan dari hasil laboratorium dan sertifikat kematian anaknya. Apa penyebabnya, mereka juga tidak tahu. "Sebagai seorang ibu, kini aku sangat paranoid," kata Keila, yang masih mempunyai tiga anak lain.

Ia pun mengaku, dengan mengetahui bahwa sebenarnya anak gadisnya bisa ditangan dengan hanya "penanganan pada kerja pembuluh darah dan antibiotik" membuatnya kehilangan kepercayaan pada dokter anaknya.

"Yang bisa aku lakukan kini hanya mengimbau para ibu lainnya untuk mendorong para dokter anaknya untuk melakukan tes lebih lanjut," tuturnya. Ia paham dengan wabah flu yang kini sedang merebak, klinik-klinik kedokteran pasti akan kewalahan, tapi itu bukan alasan untuk melakukan misdgiagnosis pada pasien.

Untuk saat ini, keluarga Alyssa belum ada niatan untuk menuntut UGD atau rumah sakit tersebut. "Sampai sekarang aku masih tak percaya apa yang terjadi pada anakku," imbuh Keila.

Baca juga: Didiagnosis Flu, Ternyata Gadis Ini Idap Kanker Stadium Akhir (Frieda Isyana Putri/up)
News Feed