Minggu, 11 Mar 2018 23:22 WIB

Suntik Filler Ngetren Lagi, Tompi Sebut Belasan Hidung Rusak Tiap Bulan

Frieda Isyana Putri - detikHealth
dok. Instagram dok. Instagram
Jakarta - Penggunaan suntik filler dan tanam benang kini dirasa oleh banyak dokter beda plastik makin salah kaprah. Tren estetika ini telah menjadi suatu bisnis tersendiri, yang disayangkan kebanyakan adalah orang yang jauh dari profesi kedokteran.

Akibatnya adalah karena tidak kompeten dan kemungkinan bahan-bahan yang disuntikkan tidak jelas asalnya bisa membahayakan jaringan kulit di hidung.

Hal ini juga yang menjadi perhatian utama dari dr Teuku Adifitrian, Sp.BP, dokter bedah plastik yang lebih kita kenal dengan nama panggungnya saat menyanyi, yaitu dr Tompi.



dr Tompi mengaku ia bisa menerima rata-rata 15 hingga 20 kasus dalam satu bulan. Pasien-pasien ini adalah korban dari suntik filler dan tanam benang yang bermasalah, namun tidak bisa kembali ke pelaku praktiknya sehingga mencari bantuan dari dokter bedah plastik.

"Banyak dapet pasien yang ngeluh malah hidungnya jadi gendut lebih tebel dan lebar," tutur dr Tompi.

[Gambas:Instagram]



Banyak kasus yang terjadi juga dengan iming-iming 'bahan yang spesial'. Misalnya seperti dicontohkan dr Tompi bahwa ada beberapa bahan seperti ekstrak kaktus atau filler yang dibuat khusus dan eksklusif sehingga diklaim lebih baik.

"Kita tidak mengatakan benang atau filler itu barang terlarang. No. Itu barang yang secara medical ada, tapi penggunaannya yang misuse (salah)," tutur dr Tompi.



Justru dengan banyaknya kasus yang terjadi, menurutnya, para dokter di PERAPI (Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Indonesia) jadi was-was. Karena seharusnya masyarakat mendapatkan penanganan yang baik, bukan koreksi yang dicari.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak tergiur dengan harga mahal. "Kadang kalo dijual mahal orang indonesia percaya, karena kalau mahal nggak mungkin ngaco," lanjutnya.

"Jadi hati-hati di situ, lebih smart," tegas dr Tompi.

[Gambas:Instagram]




(up/up)
News Feed