ADVERTISEMENT

Kamis, 15 Mar 2018 13:08 WIB

Simulasi Stroke: Begini Rasanya Ketika Orang Sehat Dibuat 'Lumpuh' Sesaat

Widiya Wiyanti - detikHealth
Begini rasanya mencoba simulasi stroke yang bisa buat 'lumpuh' sesaat. Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth
Singapura - Pernahkah terlintas di pikiran kita seperti apa rasanya stroke? Tidak bisa menggerakkan sebelah atau bahkan seluruh tubuh selama berhari-hari hingga bertahun-tahun.

detikHealth mendapatkan kesempatan dalam acara Spotlight on Stroke di Carlton Hotel Singapura untuk merasakan seperti orang yang mengalami stroke. Sensasi lumpuh sebagian akibat serangan stroke disimulasikan dengan alat hemiparesis simulator.

Alat hemiparesis simulator.Alat hemiparesis simulator. Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth


Ada tiga bagian dalam eksperimen ini. Yang pertama untuk merasakan stroke pada satu kaki, kedua merasakan stroke pada setengah tubuh ke atas, dan yang ketiga merasakan setengah tubuh dari atas hingga bawah. Namun detikHealth hanya mencoba bagian kedua dan ketiga.


Awalnya mencoba merasakkan stroke pada setengah tubuh ke atas. detikHealth diberikan penyumbat telinga untuk dipasang di telinga kanan dan permen lolipop, serta dipasangkan arm sling (penyangga tangan) di bagian kanan. Permen lolipop diletakkan pula di rongga mulut bagian kanan, maka seolah-olah bagian kanan tubuh kita merasakan stroke.

Merasa lumpuh setengah bagian tubuh ke atas.Merasa lumpuh setengah bagian tubuh ke atas. Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth


Untuk berbicara terasa sulit karena ada permen lolipop yang mengganjal mulut. Serta ketika diinstruksikan mengetik, terasa cukup sulit juga menggunakan tangan kanan (bagi yang tidak kidal). Telinga pun tidak mendengar dengan sempurna layaknya orang normal.

Pada kesempatan kedua, detikHealth mencoba merasakan stroke pada setengah tubuh. Tangan kiri dipasangkan arm sling dan kaki kiri dipasangkan dua penyangga kaki. Satu di bagian paha hingga betis, dan yang lain di atas pergelangan kaki. Di bagian atas pergelangan kaki ditambah dengan beban seberat sekitar 5 kilogram.

Berat beban yang ada di penyangga kaki sekitar 5 kilogram.Berat beban yang ada di penyangga kaki sekitar 5 kilogram. Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth


Apa yang dirasakan? Pasti berat dan lutut tidak bisa ditekuk. Untuk berjalan, diperlukan sebuah tongkat untuk sebagai alat pembantu. Tangan pun tidak bisa diluruskan, pergerakkannya pun sangat terbatas.

Begitu lah rasanya menjadi stroke dalam waktu singkat. Terbayang kan bagaimana jika setiap saat harus merasakan seperti itu?

Maka dari itu, penting sekali mencegah stroke dengan mendeteksi degup atau denyut jantung yang tidak normal atau disebut fiblirasi atrium (FA). Serta menghindari faktor risiko, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan stres.

(wdw/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT