Jumat, 16 Mar 2018 23:11 WIB

Vitamin B Bisa Redakan Kesemutan dan Kebas karena Neuropati

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Kebas dan kesemutan merupakan gejala umum pada neuropati (Foto: thinkstock) Kebas dan kesemutan merupakan gejala umum pada neuropati (Foto: thinkstock)
Jakarta - Kesemutan dan kebas karena kerusakan saraf tepi (neuropati) bisa diredakan dengan konsumsi kombinasi vitamin neurotropik. Hal ini dibuktikan oleh studi terbaru yang dilakukan Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI).

dr Manfaluthy Hakim, SpS(K), Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi, PERDOSSI Pusat, mengatakan kombinasi vitamin B1, B6 dan B12 secara rutin dan berkala mampu mengurangi gejala neuropati akibat kerusakan saraf tepi. Dalam studi yang dipublikasikan di Asian Journal of Medical Sciences 2018, disebutkan bahwa gejala kerusakan saraf tepi seperti kebas, kesemutan, rasa terbakar dan nyeri hilang secara signifikan.

"Konsumsi kombinasi vitamin neurotropik menunjukkan hasil yan baik, bahkan mulai terlihat pada minggu kedua setelah pemakaian rutin. Di akhir studi (12 minggu) ditemukan juga bahwa kualitas hidup responden meningkat," tutur dr Manfaluthy, dalam temu media Studi Klinis NENOIN 2018 di Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Penelitian dilakukan selama 12 minggu di 8 kota di Indonesia dengan 411 partisipan berusia 18 hingga 65 tahun. Para partisipan merupakan pengidap neuropati karena berbagai penyakit seperti diabetes, carpal tunnel syndrome, idiopati dan penyakit kombinasi.



Hasil penelitian menyebut secara keseluruhan, gejala neuropati yang dirasakan partisipan berkurang hingga 62 persen. Jika dikaji lebih rinci, rasa nyeri berkurang hingga 64,7 persen, rasa terbakar berkurang 80,6 persen, kesemutan berkurang 61,3 persen dan rasa kebas berkurang hingga 55 ,9 persen.

"Kerusakan saraf tepi tidak hanya keram dan baal, tapi dalam tahap lanjut bisa sampai kelumpuhan karena kerusakan sistem saraf motorik. Karena itu pengobatan lebih dini akan memberikan hasil yang lebih baik. Jika kerusakan saraf sudah sangat lanjut tidak bisa diperbaiki," tuturnya.

dr Manfaluthy mengatakan penelitian ini adalah studi klinis mengenai kesehatan saraf tepi pertama di Indonesia. Penelitian ini penting karena manfaat vitamin neurotropik tidak hanya memperbaiki saraf, namun juga meredakan gejala kerusakan saraf tepi.

"Dengan begitu penggunaan obat penghilang nyeri yang memiliki banyak efek samping bisa diperkecil," tutupnya.

(mrs/up)
News Feed