Minggu, 18 Mar 2018 18:16 WIB

Lewat Kartu Bercak, Kusta Jadi Mudah Ditemukan

Suherni Sulaeman - detikHealth
Contoh kartu bercak yang diberikan di Puskesmas. Foto: Suherni/detikHealth Contoh kartu bercak yang diberikan di Puskesmas. Foto: Suherni/detikHealth
Makassar - Lewat form penemuan bercak, pengobatan dini terhadap penyakit kusta bisa dilakukan. Hal ini diharapkan juga dapat menekan rantai penularan kusta ke orang lain.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, dr H Erwan Try Sulistyo, M.Kes, mengatakan bahwa kartu bercak tersebut didistribusikan ke setiap kepala keluarga untuk memeriksakan bercak pada para anggota keluarganya.

"Itu semacam kartu, kemudian kita berikan kepada keluarga-keluarga. Terus keluarga itu nanti akan mengecek anggota keluarganya, apakah dalam anggota keluarga itu ada bercak atau tidak di seluruh tubuhnya, masing-masing mengecek," kata dr Erwan saat berbincang dengan detikHealth usai siaran di radio Gamasi bersama Duta WHO untuk Eliminasi Penyakit Kusta, Yohei Sasakawa.

Mengapa keluarga sendiri yang memeriksa? Ini dikarenakan supaya anggota keluarga yang berjenis kelamin perempuan tidak canggung untuk periksa bercak. Sebab indikasi klinis penyakit kusta yang pertama kali dilihat adalah kulit. Sementara ada privasi yang tetap harus dijaga, sehingga orang yang paling bisa menemukan sampai ke daerah privasi tersebut adalah keluarga sendiri.

Kemudian kepala keluarga akan mengembalikan kartu itu kepada si pemberi, misalnya kader. Dari situ kader akan melihat, apakah benar bercak yang ditemukan termasuk bercak kusta atau bukan.

"Nanti dari situlah akan ke-screening, apakah memang itu bercaknya itu bercak kusta. Nah itu kalau dilakukan secara masif kemungkinan besar seluruh pengidap kusta bisa ditemukan," tegas dr Erwan.

Di kartu bercak itu sebenarnya hanya berisi nama, alamat tinggal, pertanyaan apakah di dalam keluarga bapak atau ibu sebagai kepala keluarga ada yang memiliki bercak. Kemudian pertanyaan di mana lokasi adanya bercak.

Contoh kartu bercak yang diberikan di sekolahContoh kartu bercak yang diberikan di sekolah Foto: Suherni/detikHealth



"Sebenarnya kartu bercak itu tinggal tulis nama, alamat, ada bercak atau tidak. Nanti tinggal centang-centang saja," kata dr Erwan.

dr Erwan menyebut kartu bercak ini sudah berjalan sejak 2 tahun lalu dan sudah diterapkan ke beberapa kabupaten. Minimal, sebanyak 80 persen sudah kembali ke petugas kesehatan. Misal ada 20 persen ditemukan bercak, kemungkinan hanya 5 persen yang ternyata terdapat bercak kusta, dan itu tidak bisa hanya sekali dilakukan, tapi minimal 3 sampai 5 kali.

"Ada beberapa kabupaten yang begitu memberikan, walaupun memang misalnya ada seribu yang diberikan itu cuma ditemukan lima. Tapi hampir 80 sampai 90 persen itu kembali dan tentu ditagih, petugasnya yang aktif untuk menagih," tutup dr Erwan.

(hrn/mrs)