Selasa, 20 Mar 2018 00:02 WIB

Video: Pantang Menyerah Meski Ditolak Calon Mertua karena Kusta

Suherni Sulaeman - detikHealth
Suasana di salah satu sudut kompleks kusta Jongaya Kota Makassar (Foto: Suherni) Suasana di salah satu sudut kompleks kusta Jongaya Kota Makassar (Foto: Suherni)
Gowa - Dalam kunjungan ke Puskesmas Kanjilo, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Duta World Health Organization (WHO) dari Jepang, Yohei Sasakawa yang tak bisa berbahasa Indonesia, dan dibantu oleh seorang penerjemah itu menyampaikan bahwa masih banyak mengganggap penyakit kusta adalah hukuman dari Tuhan.

Bahkan tak sedikit pula yang tidak melakukan deteksi secara dini dan kerap mengabaikan penyakit kusta tersebut.

Sehingga ketika datang berobat ke klinik, puskesmas atau rumah sakit, tak jarang kaki atau tangan pasien sudah cacat atau ada luka-luka di tubuh karena tidak melakukan deteksi dini.



"Jadi saya menekankan bahwa penyakit kusta bukan kutukan, bukan hukuman dari Tuhan. Saya sendiri menyentuh berapa ribu penderita kusta dan sampai sekarang saya sehat-sehat saja," ucap Sasakawa.

Di kesempatan yang sama, orang yang pernah mengalami kusta (OYPMK), Rahmawati membagi kisah-kisahnya. Mulai dari dikira korban guna-guna sampai ditolak calon mertua karena kusta. Namun Rahmawati atau yang akrab disapa Rahma ini tak pantang menyerah.

Berkat penyakit kusta tersebut, wanita berusia 26 tahun ini justru bisa memijakkan kaki ke berbagai tempat yang tidak pernah ia pikirkan dan ia bayangkan sebelumnya. Ia bahkan berani tampil di depan orang banyak.



[Gambas:Video 20detik]

(up/up)
News Feed