Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengatakan tidak semua wilayah Indonesia akan mengalami fenomena ini. Indonesia akan mengalami hari tanpa bayangan ini dua kali, yakni pada 21 Maret dan 23 September 2018.
Saat fenomena ini terjadi, tentunya letak matahari akan tepat di atas kepala kita. Kesehatan kulit pun harus jaga agar tidak terjadi kerusakan akibat fenomena ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
dr Laskmi Duarsa, SpKK, dari RS Surya Husada, Bali menyarankan untuk menggunakan berbagai jenis pelindung kulit untuk mengantisipasinya.
"Pakai tabir surya, atau bisa pakai kaca mata hitam. Pakai juga baju lengan panjang atau topi. Kalau bisa topinya yang lebar biar lebih bagus menghalau sinar matahari," ujarnya kepada detikHealth, Rabu (21/3/2018).
Namun, dr Laksmi lebih menganjurkan untuk tetap berada di rumah selama fenomena tersebut agar kesehatan kulit tetap terjaga.
"Lebih baik di rumah saja, kalau memang harus keluar ya pakai sunblock," imbuhnya.
Selain sunblock, pelembab juga dibutuhkan kulit untuk tetap melembabkan di cuaca yang cukup terik. Pelembab berfungsi untuk menyerap air yang ada di udara.
Baca juga: Waspadai Heat Stroke Saat Cuaca Panas Terik |











































