"Fenomena ini disebut hari nir bayangan atau hari tanpa bayangan," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat LAPAN, Jasyanto, seperti dikutip dari detikInet.
Mengetahui hal ini, dr Laskmi Duarsa, SpKK, dari RS Surya Husada, Bali mengatakan bahwa fenomena ini bisa membuat dehidrasi jika cuaca sangat terik di siang hari nanti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika pada saat fenomena ini kita merasa dehidrasi, dr Laksmi menyarankan untuk mandi dengan air dingin. Tetapi jangan mandi ketika masih dalam keadaan berkeringat.
"Kalau panas, bisa mandi dengan air dingin. Tapi jangan pas lagi keringatan, istirahat dulu sampai keringatnya hilang," jelasnya.
Pelembab dan minyak untuk mengolesi kulit juga dikatakan dr Laksmi sangat berguna untuk menjaga kelembapan. Dengan ini, dehidrasi mungkin saja tidak terjadi saat fenomena nir bayangan.
Menurut LAPAN, fenomena ini akan terjadi dua kali di Indoneisa. Yakni pada 21 Maret dan 23 September 2018.











































