Jakarta -
Beberapa dekade terakhir ini diet rendah karbohidrat (karbo) cukup kontroversial. Ada desas-desus karena diet ini justru malah menaikkan kolesterol dan menyebabkan penyakit jantung karena tingginya kandungan lemak.
Tapi dengan adanya beberapa studi yang dilakukan sejak tahun 2002, fakta yang ada malah diet rendah karbo malah punya segudang manfaat kesehatan. Karbohidrat dapat ditemukan dalam makanan manis, bertepung, dan berserat.
Kini diet rendah karbo banyak diminati orang, salah satunya adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mengaku diet tersebut dapat menurunkan berat badan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apakah kamu ingin mencoba diet rendah karbo juga? Ini manfaat-manfaat dari diet tersebut yang telah terbukti:
Mengurangi nafsu makan
Foto: Getty Images
|
Eits, bukan mengurangi nafsu makan seperti saat kamu sakit. Namun dengan cara yang baik karena rasa lapar adalah efek samping paling buruk dari berdiet."Karbo merupakan makronutrien, berarti mereka adalah salah satu dari tiga cara tubuh mendapatkan energi," kata ahli diet dari Utah, Paige Smathers, dikutip dari LiveScience.
Proses transisi diet biasanya dianggap neraka, karena kamu akan lebih sering merasakan lapar. Gara-gara ini banyak orang malah jadi batal berdiet. Nah, diet rendah karbo telah terbukti mengurangi nafsu makan atau rasa lapar tersebut.
Orang-orang yang menghindari karbo dan makan lebih banyak protein dan lemak akhirnya memakan kalori yang lebih sedikit. Pasalnya, kalori yang terkandung dalam karbohidrat cukup banyak.
Menurunkan berat badan
Foto: Thinkstock
|
Dengan banyaknya tren diet untuk menurunkan badan, diet rendah karbo adalah cara yang paling efektif. Dalam studi tersebut membuktikan para pelaku diet rendah karbo menurunkan badannya lebih cepat, lebih banyak, bahkan ketimbang para pelaku diet rendah lemak.Ini karena para pelaku diet rendah karbo cenderung mengurangi cairan berlebih dari dalam tubuh. Dan juga karena mereka menurunkan level insulin, ginjal membuang sisa-sisa sodium, seperti dikutip dari HealthLine.
Sayangnya diet ini hanya terbukti efektif dalam waktu 6 bulan. Namun memang para dokter dan ahli diet tak menyarankanmu untuk melakukan diet rendah karbo ini terlalu lama dan coba gantilah dengan memakan karbo yang lebih sehat seperti pasta bebas gluten atau kentang rebus.
Basmi lemak perut
Foto: iStock
|
Diet ini efektif untuk mengurangi lemak-lemak jahat di perut. Meski semua lemak memang tak sama, tapi di mana ia berada itulah yang akan berefek pada kesehatan kita dan risiko terhadap penyakit.Misalnya kita punya lemak terselubung dalam daerah abdomen perut, jika lemak tersebut terlalu banyak tersimpan di sana dapat memicu peradangan, resistensi insulin dan dipercayai menjadi penyebab disfungsi metabolisme.
Selain itu, berkurangnya lemak perut dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2 secara drastis.
Menurunkan trigliserida
Foto: iStock
|
Perlu kamu tahu, trigliserida dikenal sebagai salah satu faktor risiko penyakit jantung.
Menurut MayoClinic, trigliserida adalah lemak yang ada dalam darah. Ketika orang tak mengonsumsi karbo, mereka cenderung mengalami penurunan trigliserida secara drastis.
"Saat kamu memakan kalori berlebihan, tubuhmu menyimpan kalori tersebut dalam bentuk trigliserida, yang bisa digunakan oleh tubuh jadi energi nantinya," terang Dr. Lauri Wright, profesor gizi dari University of South Florida.
Meningkatkan HDL, si kolesterol baik
Foto: Thinkstock
|
Seperti lemak, kolesterol juga terbagi dalam dua tipe, yaitu kolesterol baik High-density lipoprotein (HDL) dan kolesterol jahat Low-density lipoprotein (LDL)Lipoprotein adalah pembawa kolesterol dalam darah. LDL membawa kolesterol dari liver ke seluruh tubuh, sedangkan HDL membawa kolesterol dari tubuh ke dalam liver, yang nantinya dapat digunakan ulang atau diekskresi.
Makin tinggi level HDL, makan rendah risiko penyakit jantung yang akan kamu dapat. Dan salah satu caranya adalah dengan banyak makan lemak (yang baik tentunya!) dan biasanya diet rendah karbo disertai dengan makan banyak lemak.
Eits, bukan mengurangi nafsu makan seperti saat kamu sakit. Namun dengan cara yang baik karena rasa lapar adalah efek samping paling buruk dari berdiet.
"Karbo merupakan makronutrien, berarti mereka adalah salah satu dari tiga cara tubuh mendapatkan energi," kata ahli diet dari Utah, Paige Smathers, dikutip dari LiveScience.
Proses transisi diet biasanya dianggap neraka, karena kamu akan lebih sering merasakan lapar. Gara-gara ini banyak orang malah jadi batal berdiet. Nah, diet rendah karbo telah terbukti mengurangi nafsu makan atau rasa lapar tersebut.
Orang-orang yang menghindari karbo dan makan lebih banyak protein dan lemak akhirnya memakan kalori yang lebih sedikit. Pasalnya, kalori yang terkandung dalam karbohidrat cukup banyak.
Dengan banyaknya tren diet untuk menurunkan badan, diet rendah karbo adalah cara yang paling efektif. Dalam studi tersebut membuktikan para pelaku diet rendah karbo menurunkan badannya lebih cepat, lebih banyak, bahkan ketimbang para pelaku diet rendah lemak.
Ini karena para pelaku diet rendah karbo cenderung mengurangi cairan berlebih dari dalam tubuh. Dan juga karena mereka menurunkan level insulin, ginjal membuang sisa-sisa sodium, seperti dikutip dari HealthLine.
Sayangnya diet ini hanya terbukti efektif dalam waktu 6 bulan. Namun memang para dokter dan ahli diet tak menyarankanmu untuk melakukan diet rendah karbo ini terlalu lama dan coba gantilah dengan memakan karbo yang lebih sehat seperti pasta bebas gluten atau kentang rebus.
Diet ini efektif untuk mengurangi lemak-lemak jahat di perut. Meski semua lemak memang tak sama, tapi di mana ia berada itulah yang akan berefek pada kesehatan kita dan risiko terhadap penyakit.
Misalnya kita punya lemak terselubung dalam daerah abdomen perut, jika lemak tersebut terlalu banyak tersimpan di sana dapat memicu peradangan, resistensi insulin dan dipercayai menjadi penyebab disfungsi metabolisme.
Selain itu, berkurangnya lemak perut dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2 secara drastis.
Perlu kamu tahu, trigliserida dikenal sebagai salah satu faktor risiko penyakit jantung.
Menurut MayoClinic, trigliserida adalah lemak yang ada dalam darah. Ketika orang tak mengonsumsi karbo, mereka cenderung mengalami penurunan trigliserida secara drastis.
"Saat kamu memakan kalori berlebihan, tubuhmu menyimpan kalori tersebut dalam bentuk trigliserida, yang bisa digunakan oleh tubuh jadi energi nantinya," terang Dr. Lauri Wright, profesor gizi dari University of South Florida.
Seperti lemak, kolesterol juga terbagi dalam dua tipe, yaitu kolesterol baik High-density lipoprotein (HDL) dan kolesterol jahat Low-density lipoprotein (LDL)
Lipoprotein adalah pembawa kolesterol dalam darah. LDL membawa kolesterol dari liver ke seluruh tubuh, sedangkan HDL membawa kolesterol dari tubuh ke dalam liver, yang nantinya dapat digunakan ulang atau diekskresi.
Makin tinggi level HDL, makan rendah risiko penyakit jantung yang akan kamu dapat. Dan salah satu caranya adalah dengan banyak makan lemak (yang baik tentunya!) dan biasanya diet rendah karbo disertai dengan makan banyak lemak.
(Frieda Isyana Putri/fds)