Jakarta -
Berbagai macam diet rendah karbo seperti yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sedang digandrungi dewasa ini. Diet ini cukup ketat dalam asupan karbohidrat tiap harinya, dan yang dilakukan Anies adalah menghindari nasi.
Diet seperti diet Paleo (tinggi protein rendah karbo), diet Atkins (carb counting), dan yang paling terkenal adalah diet ketogenik (tinggi lemak rendah karbo).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tertarik untuk menjalani diet rendah karbohidrat ini? Berikut sederet manfaatnya yang dapat meyakinkanmu!
Menurunkan gula darah dan insulin
Foto: Thinkstock
|
Gula darah dan level insulin berperan besar dalam timbulnya penyakit diabetes, terutama diabetes tipe 2. Saat kita mengonsumsi karbohidrat, mereka memecah menjadi glukosa dalam pencernaan kita.Glukosa lalu masuk ke dalam darah dan meningkatkan gula darah. Jika gula darah terlalu tinggi, mereka menjadi racun dan tubuh meresponnya dengan melepaskan hormon insulin.
"Aku banyak menangani pasien diabetes melalui pendekatan rendah karbo, mereka harus menurunkan dosis insulin mereka sebanyak 50 persen di hari pertama," kata Dr Eric Westman, dokter sekaligus praktisi ketogenik dari Duke University.
Menurunkan tekanan darah
Foto: Thinkstock
|
Hipertensi atau naiknya tekanan darah merupakan faktor risiko penting dari sekian banyak penyakit serius. Yaitu seperti sakit jantung, stroke, gagal ginjal dan masih banyak lagi.Bagi kamu yang ingin menghindari sederet penyakit tersebut, atau memang mempunya faktor risiko tinggi, cobalah diet rendah karbo. Karena banyak studi menunjukkan bahwa mengurangi asupan karbo juga dapat menurunkan risiko penyakit-penyakit tersebut.
Mampu atasi sindroma metabolik
Foto: Thinkstock
|
Sindroma metabolik adalah sebuah kondisi medis yang sangat terkait dengan risiko diabetes dan penyakit jantung, seperti dikutip dari Health Line.Kondisi ini merupakan gabungan dari sekumpulan gejala, seperti tingginya trigliserida, gula darah, dan tekanan darah, level HDL yang rendah, dan obesitas di bagian perut.
Kabar baiknya adalah: semua gejala tersebut dapat diperbaiki dengan diet rendah karbo, lho.
Meningkatkan pola kolesterol LDL
Foto: iStock
|
Lho, kok malah meningkatkan ya? Jangan salah, Low-density lipoprotein (LDL) meski disebut dengan kolesterol jahat, bisa berubah jika diatur 'molekulnya.Para ilmuwan menemukan bahwa tipe LDL dan ukuran partikelnya itu penting. Mereka yang punya partikel berukuran kecil punya risiko tinggi sakit jantung, sedangkan yang memiliki partikel besar justru rendah risikonya.
Diet rendah karbo mengubah partikel LDL dari kecil menjadi besar, dan juga sekaligus menurunkan jumlah dari partikel-partikel LDL yang mengambang di sekitar aliran darah.
Gula darah dan level insulin berperan besar dalam timbulnya penyakit diabetes, terutama diabetes tipe 2. Saat kita mengonsumsi karbohidrat, mereka memecah menjadi glukosa dalam pencernaan kita.
Glukosa lalu masuk ke dalam darah dan meningkatkan gula darah. Jika gula darah terlalu tinggi, mereka menjadi racun dan tubuh meresponnya dengan melepaskan hormon insulin.
"Aku banyak menangani pasien diabetes melalui pendekatan rendah karbo, mereka harus menurunkan dosis insulin mereka sebanyak 50 persen di hari pertama," kata Dr Eric Westman, dokter sekaligus praktisi ketogenik dari Duke University.
Hipertensi atau naiknya tekanan darah merupakan faktor risiko penting dari sekian banyak penyakit serius. Yaitu seperti sakit jantung, stroke, gagal ginjal dan masih banyak lagi.
Bagi kamu yang ingin menghindari sederet penyakit tersebut, atau memang mempunya faktor risiko tinggi, cobalah diet rendah karbo. Karena banyak studi menunjukkan bahwa mengurangi asupan karbo juga dapat menurunkan risiko penyakit-penyakit tersebut.
Sindroma metabolik adalah sebuah kondisi medis yang sangat terkait dengan risiko diabetes dan penyakit jantung, seperti dikutip dari Health Line.
Kondisi ini merupakan gabungan dari sekumpulan gejala, seperti tingginya trigliserida, gula darah, dan tekanan darah, level HDL yang rendah, dan obesitas di bagian perut.
Kabar baiknya adalah: semua gejala tersebut dapat diperbaiki dengan diet rendah karbo, lho.
Lho, kok malah meningkatkan ya? Jangan salah, Low-density lipoprotein (LDL) meski disebut dengan kolesterol jahat, bisa berubah jika diatur 'molekulnya.
Para ilmuwan menemukan bahwa tipe LDL dan ukuran partikelnya itu penting. Mereka yang punya partikel berukuran kecil punya risiko tinggi sakit jantung, sedangkan yang memiliki partikel besar justru rendah risikonya.
Diet rendah karbo mengubah partikel LDL dari kecil menjadi besar, dan juga sekaligus menurunkan jumlah dari partikel-partikel LDL yang mengambang di sekitar aliran darah.
(up/up)