Sabtu, 24 Mar 2018 08:05 WIB

Hari TB Sedunia

Jangan Percaya! 4 Mitos Soal TB yang Sudah Ketinggalan Zaman

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Topik Hangat Hari TB Sedunia 2018
Jakarta - Hari Tuberkulosis Sedunia menjadi momen untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus pengetahuan soal penyakit tuberkulosis (TB/TBC).

Dr dr Erlina Burhan, SpP(K), mengatakan kurangnya pemahaman dan pengetahuan soal TB masih menjadi salah satu penghambat penanganan TB di Indonesia. Kurangnya pengetahuan juga membuat masyarakat sulit membedakan mana fakta dan mitos soal penyakit TB.

Beberapa pernyataan ini sudah terbukti sebagai mitos karena sudah dibantah secara ilmiah. Apa saja?

1. Mitos: Santet dan guna-guna

Salah satu gejala khas TB adalah batuk darah. Di beberapa kelompok masyarakat, masih ada yang percaya bahwa batuk darah disebabkan oleh santet dan guna-guna dari orang yang tidak disukai.

Hal ini dengan tegas dibantah oleh dr Erlina. TB dikatakannya disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, bukan karena santet, guna-guna atau ilmu hitam.

2. Mitos: Menular lewat pakaian dan alat makan

TB memang termasuk penyakit yang mudah menular lewat udara. Risiko penularan terjadi ketika pasien TB batuk atau bersin di tempat terbuka.

Meski begitu, dr Erlina mengatakan TB tidak bisa menular lewat pakaian, sendok, piring dan alat makan lainnya. Sebabnya, kuman TB mudah mati jika terkena paparan sinar matahari.

3. Mitos: Tidak bisa disembuhkan

Dahulu, TB memiliki tingkat kefatalan yang tinggi. dr Erlina mengatakan ini terjadi karena minimnya pengetahuan soal penyakit TB, dan belum disiplinnya penggunaan obat oleh pasien.

Namun kini, TB bisa disembuhkan secara total. Syaratnya, pengobatan rutin dilakukan selama 6 bulan berturut-turut tanpa putus.

4. Mitos: TB penyakit orang miskin

Orang miskin dengan ekonomi ke bawah lebih berisiko mengalami TB karena beberapa hal, misalnya rumah yang sempit dengan sirkulasi udara yang tidak baik dan kurang nutrisi yang membuat daya tahan tubuh lemah.

Namun bukan berarti kalangan menengah ke atas tidak bisa terinfeksi TB. Masyarakat kota besar juga memiliki risiko besar terpapar kuman TB saat di tempat umum seperti terminal dan stasiun, serta komplikasi penyakit seperti diabetes dan HIV. (mrs/up)
Topik Hangat Hari TB Sedunia 2018
News Feed