Minggu, 25 Mar 2018 11:05 WIB

Limbad Berendam di Balok Es, Ini Efeknya pada Tubuh di Suhu Ekstrem

Widiya Wiyanti - detikHealth
Limbad terlihat lemah dan pucat di ambulance. Foto: Instagram Limbad terlihat lemah dan pucat di ambulance. Foto: Instagram
Jakarta - Sang Master Limbad kembali beraksi pada Sabtu (24/3/2018). Ia rela membahayakan tubuhnya dengan mengubur dirinya di dalam balok es. Hanya menyisakan kepala saja untuk bernapas.

Pada awalnya, aksinya tersebut tidak membuat kondisi Limbad dalam bahaya. Namun, anaknya, Cecillia Gina mengunggah foto Limbad yang terbaring lemah di ambulance.



Lantas, apa yang terjadi pada tubuh ketika berada pada suhu ekstrem yang sangat dingin seperti yang dilakukan Limbad? detikHealth merangkumnya dari berbagai sumber.


1. Hipotermia

Suhu tubuh yang normal berkisar di antara 37 derajat Celsius, namun saat kamu mengalami hipotermia suhu tubuh akan berada di bawah 35 derajat. Hipotermia adalah suatu kondisi kesehatan dimana tubuh kehilangan suhu panasnya dengan cepat sehingga menyebabkan temperatur tubuh menurun drastis dan bisa berbahaya.

Seperti dilansir Mayoclinic, gejala hipotermia antara lain badan menggigil, koordinasi tubuh menurun, bergumam atau tidak dapat berbicara dengan baik, kesulitan berpikir, mengantuk karena energi yang sangat rendah, napasnya tersenggal-senggal, denyut nadinya melemah dan bisa sampai hilang kesadaran.

2. Frostnip

Frostnip yaitu keadaan membeku pada jaringan tubuh hingga menimbulkan kerusakan. Biasanya memengaruhi lapisan atas kulit dan organ-organ yang jauh dari pusat tubuh. Biasanya terjadi pada suhu 15 derajat celcius.

3. Radang dingin (frostbite)

Ketika berada di tempat yang dingin, apalagi berada di bawah suhu 0 derajat celcius sebagai sebuah ancaman bagi tubuh. Bisa terjadi radang dingin yang mengakibatkan membekunya sebagian organ tubuh. Namun yang terjadi pertama kali adalah aliran darah ke jari-jarimu akan melambat.

"Tubuh mencoba untuk mengimbangi dingin dan mencegah tubuh kehilangan panas dengan mengusir darah dari kulit dan ekstremitas untuk menjaga panas di dekat organ vital," jelas Ivan Miller, MD, direktur medis dari departemen gawat darurat di Westchester Medical Center Health Network.

Pada kondisi frostbite, kulit akan mengeras dan melepuh menjadi hitam. Seseorang juga akan kehilangan sensitivitas terhadap suhu. Kemudian pada stadium yang lebih tnggi, kondisi ini memengaruhi saraf, otot, dan pembuluh darah.

4. Kematian

Jika tubuh seseorang terus-menerus berada di suhu ekstrem, maka organ-organ vitalnya akan menurun secara perlahan. Jika dibiarkan begitu saja, bisa berakibat fatal, seperti kematian.



(wdw/wdw)