Para ilmuwan mengungkap kemungkinan ini dalam sebuah penelitian terbaru. Eksperimen awal pada tikus menunjukkan, pil biru ini bisa mencegah kanker kolorektal atau kanker usus besar.
Pemberian obat ini, pada tikus yang berisiko mengalami kanker kolorektar, berhasil menurunkan risiko hingga 50 persen. Ini ditunjukkan dengan berkurangnya polip prekanker di dalam usus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, masih butuh penelitian lebih lanjut untuk memastikan efek serupa bisa bekerja pada manusia. Demikian disampaikan para ilmuwan dari Augusta University Georgia Cancer Center yang melakukan penelitian tersebut, seperti dikutip dari Livescience.
Penelitian lanjutan yang perlu dilakukan antara lain mencakup uji klinis pada manusia. Orang-orang dengan risiko tinggi kanker kolorektal, misalnya punya riwayat dalam keluarganya, bakal jadi partisipannya.











































