Nah terkait hal tersebut sekelompok peneliti dari Swedia menemukan spesies cacing dari dasar laut yang dapat dimanfaatkan. Sering disebut sebagai cacing tali sepatu (bootlace worm), Linaeus longissimus diketahui memproduksi lendir yang beracun bagi serangga namun tidak untuk mamalia.
Menurut peneliti ketika cacing bootlace diganggu ia akan memproduksi lendir pekat sebagai bentuk pertahanan. Di dalam lendir tersebut ada racun penggangu protein yang memindahkan sodium dan ion pada tubuh serangga dan krustasea.
Pada kecoak, rayap, dan lalat racun cacing dites dapat menyebabkan kelumpuhan hingga kematian. Pada hewan mamalia racun tidak memberikan efek kuat sehingga peneliti berkesimpulan relatif aman untuk manusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari sudut pandang riset, cukup menggembirakan bisa menemukan toksin jenis baru dari fauna yang pada dasarnya belum pernah diteliti," lanjutnya seperti dilansir EurekAlert, Rabu (28/3/2018).
Cacing bootlace sendiri kemungkinan merupakan hewan terpanjang yang pernah hidup di bumi dengan perkiraan panjang tubuh bisa sampai 60 meter. Warnanya coklat kehitaman dan lendirnya selain beracun terkenal memiliki bau tidak sedap.











































