Minggu, 01 Apr 2018 10:24 WIB

Apa Jadinya Lemak Saat Kita Turun Berat Badan?

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Foto: iStock
Jakarta - Dunia dewasa ini sedang terobsesi dengan diet dan penurunan berat badan, tapi kebanyakan dari kita tidak tahu ke mana perginya lemak setelah ia terbakar di dalam tubuh. Apakah ia menguap? Atau menjadi zat lain?

Seorang profesor dan ilmuwan dari University of New South Wales, Australia melakukan studi dengan melibatkan 150 dokter, ahli diet, dan pelatih pribadi. Rupa-rupanya, hampir sebagian besar responden mengatakan bahwa lemak berubah menjadi otot atau jadi energi.

Sang ilmuwan, Ruben Meerman, menyatakan hanya ada tiga dari keseluruhan responden yang memberikan jawaban benar, yang berarti sekitar 98 persen profesional kesehatan dalam survey tersebut tak dapat menjelaskan bagaimana kerja penurunan berat badan itu.

Jadi sebenarnya ke manakah lemak kita 'hilang'?

"Jawaban yang benar adalah lemak berubah menjadi karbon dioksida dan air. Kamu mengeluarkan karbon dioksida dan air bercampur dalam sirkulasi tubuhmu lalu keluar sebagai keringat atau air kencing," tutur Meerman, seperti dikutip dari CNN.


"Mudahnya begini: jika kamu turun 20 kilogram, berarti sekitar 16 kilogram lemak keluar dari paru-parumu dalam bentuk karbon dioksida dan sisa 4 kilogram keluar dalam bentuk air," lanjutnya.

Mengejutkan? Tentu saja, tapi sebenarnya hampir semua yang kita makan akan kembali keluar lewat paru-paru kita. Bahkan karbohidrat yang kamu cerna dan hampir semua lemak berubah jadi karbon dioksida dan air.

Protein juga mengalami hal yang sama kecuali bagian kecil yang berubah menjadi urea dan cairan lain yang biasanya kita keluarkan sebagai air kencing. Satu-satunya zat yang tak tercerna dalam ususmu adalah serat diet.

"Kita semua mempelajari 'energi yang masuk sama dengan energi yang keluar' saat sekolah. Tapi energi itu konsep yang lumayan membingungkan, bahkan di antara para profesional kesehatan dan ilmuwan yang mempelajari obesitas," kata Meerman.

Tapi enggak serta-merta hanya dengan bernapas lalu kamu bisa menurunkan berat badan. Bisa-bisa malah kamu kena hiperventilasi yang bisa membuatmu pusing atau bahkan pingsan.

Tetaplah berolahraga, gerakkan ototmu, produksi banyak oksigen masuk dan banyak karbon dioksida juga yang keluar.

"Sesimpel berdiri atau bergerak melakukan pekerjaan rumah, dapat membantu meningkatkan metabolismemu," pungkas Meerman.

(Frieda Isyana Putri/up)