Hati-hati! 6 Keluhan Ini Tandanya Bukan Flu Biasa

Hati-hati! 6 Keluhan Ini Tandanya Bukan Flu Biasa

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Senin, 02 Apr 2018 20:10 WIB
Hati-hati! 6 Keluhan Ini Tandanya Bukan Flu Biasa
Kenali tanda sakit flu yang berbahaya. (Foto: iStock)
Jakarta - Flu adalah penyakit yang umum terjadi dan dapat sembuh dengan beristirahat yang cukup dan pola makan sehat. Tapi, kamu harus waspada kalau ciri-ciri ini kamu temukan pada dirimu, bisa jadi itu bukan sekadar flu biasa!

Dikutip dari Health line, terlebih jika kamu termasuk golongan lansia, ibu hamil atau anak-anak, atau memiliki penyakit kronis seperti diabetes, asthma, HIV, dan autoimun, maka kamu harus lebih waspada. Berikut ini ciri-ciri kalau gejalanya sudah bukan penyakit flu biasa.

Lebih dari empat hari

Foto: ilustrasi/thinkstock
Gejala yang muncul dimulai dengan tenggorokan gatal, hidung tersumbat, dan pilek, dan kemudian bisa menjadi batuk. Tapi flu cenderung hilang dengan sendirinya dalam tiga hingga empat hari, kata Melisa Lai Becker, MD, kepala bagian pengobatan darurat di Cambridge Health Alliance.

"Dengan pilek, kamu akhirnya merasa baik-baik saja setelah beberapa hari istirahat, hidrasi, dan menyisihnya dengan tisu," katanya.

Namun apabila gejala bertahan lebih lama, ada banyak kemungkinan yang membuat itu terjadi seperti misalnya mononukleosis. Untuk amannya, buat janji dengan dokter.

Hilang pergi

Foto: Getty Images
Navya Mysore, MD, dokter perawatan primer One Medical Group menuturkan bila gejalamu menghilang namun kembali lagi dalam waktu singkat bisa jadi itu merupakan pertanda dari 'superinfeksi' atau penyakit yang kembali lagi.

Pada awalnya mungkins saja kamu hanya pilek biasa, tetapi begitu sistem kekebalan terganggu, kamu mengembangkan sesuatu yang lebih serius semisal radang tenggorokan, radang paru-paru, atau infeksi sinus.

Sehabis travelling

Foto: Getty Images
Perjalanan internasional atau jarak jauh yang membuat kamu tumbang dan memiliki gejala mirip flu merupakan salah satu yang harus kamu waspadai.

Stella Safo, MD, seorang internis di Rumah Sakit Mount Sinai menuturkan flu yang dialami usai berpergian jauh bisa jadi tanda infeksi yang kurang konvensional. Periksakan diri ke dokter untuk mencegah penyakit-penyakit yang kamu bawa dari luar.

Demam

Foto: ilustrasi/thinkstock
Jika kamu mengalami demam pada atau di atas 40 celcius, itu bisa menjadi tanda radang tenggorokan, kata Dr. Lai Becker. Kebanyakan pasien dengan strep akan mengalami demam tinggi dalam beberapa hari pertama penyakit, jadi waspada terhadap lonjakan tiba-tiba suhu tubuh.

"Strep throat adalah satu hal yang benar-benar ingin Anda bedakan dari flu," katanya. "Tidak diobati dapat menyebabkan demam rematik dan menyebabkan masalah jantung yang serius."

Bukan cuma demam tinggi, demam ringan selama beberapa hari berturut-turut bisa menjadi tanda bahwa tubuh berusaha melawan lebih dari pilek, menurut penjelasan Dr Lai Becker. Mononukleosis merupakan salah satu kemungkinannya.

Nyeri dada

Foto: thinkstock
Dr Mysore menekankan batuk adalah gejala normal pilek, namun seharusnya tidak begitu parah sehingga menyebabkan sesak napas, mengi, atau nyeri dada. Gejala-gejala ini seharusnya tidak diabaikan, karena kesulitan bernapas bisa menjadi tanda bronkitis atau radang paru-paru, sementara nyeri dada, sesak, dan sesak napas tiba-tiba bisa menandakan emboli paru (sumbatan pembekuan darah di paru-paru).

Gejala hanya di area tertentu

Foto: thinkstock
Bendera merah lain adalah 'lokalisasi' gejala, yang berarti kamu hanya merasakannya di satu area tertentu, jelas Dr Safo. Sementara pilek mempengaruhi seluruh sistem pernapasan bagian atas, penyakit lain ditandai dengan gejala-gejala intens di satu tempat.

Misalnya, Dr Lai Becker menunjukkan radang tenggorokan menyebabkan sakit parah sehingga sulit menelan, tetapi biasanya tidak akan menyebabkan rasa sakit di area tubuh lainnya. Infeksi sinus dapat menyebabkan sakit kepala dan bahkan membuat gigi Anda sakit, infeksi telinga biasanya akan menyebabkan rasa sakit dan kemacetan di satu telinga, dan mono dapat menyebabkan amandel bengkak.

Halaman 2 dari 7
Gejala yang muncul dimulai dengan tenggorokan gatal, hidung tersumbat, dan pilek, dan kemudian bisa menjadi batuk. Tapi flu cenderung hilang dengan sendirinya dalam tiga hingga empat hari, kata Melisa Lai Becker, MD, kepala bagian pengobatan darurat di Cambridge Health Alliance.

"Dengan pilek, kamu akhirnya merasa baik-baik saja setelah beberapa hari istirahat, hidrasi, dan menyisihnya dengan tisu," katanya.

Namun apabila gejala bertahan lebih lama, ada banyak kemungkinan yang membuat itu terjadi seperti misalnya mononukleosis. Untuk amannya, buat janji dengan dokter.

Navya Mysore, MD, dokter perawatan primer One Medical Group menuturkan bila gejalamu menghilang namun kembali lagi dalam waktu singkat bisa jadi itu merupakan pertanda dari 'superinfeksi' atau penyakit yang kembali lagi.

Pada awalnya mungkins saja kamu hanya pilek biasa, tetapi begitu sistem kekebalan terganggu, kamu mengembangkan sesuatu yang lebih serius semisal radang tenggorokan, radang paru-paru, atau infeksi sinus.

Perjalanan internasional atau jarak jauh yang membuat kamu tumbang dan memiliki gejala mirip flu merupakan salah satu yang harus kamu waspadai.

Stella Safo, MD, seorang internis di Rumah Sakit Mount Sinai menuturkan flu yang dialami usai berpergian jauh bisa jadi tanda infeksi yang kurang konvensional. Periksakan diri ke dokter untuk mencegah penyakit-penyakit yang kamu bawa dari luar.

Jika kamu mengalami demam pada atau di atas 40 celcius, itu bisa menjadi tanda radang tenggorokan, kata Dr. Lai Becker. Kebanyakan pasien dengan strep akan mengalami demam tinggi dalam beberapa hari pertama penyakit, jadi waspada terhadap lonjakan tiba-tiba suhu tubuh.

"Strep throat adalah satu hal yang benar-benar ingin Anda bedakan dari flu," katanya. "Tidak diobati dapat menyebabkan demam rematik dan menyebabkan masalah jantung yang serius."

Bukan cuma demam tinggi, demam ringan selama beberapa hari berturut-turut bisa menjadi tanda bahwa tubuh berusaha melawan lebih dari pilek, menurut penjelasan Dr Lai Becker. Mononukleosis merupakan salah satu kemungkinannya.

Dr Mysore menekankan batuk adalah gejala normal pilek, namun seharusnya tidak begitu parah sehingga menyebabkan sesak napas, mengi, atau nyeri dada. Gejala-gejala ini seharusnya tidak diabaikan, karena kesulitan bernapas bisa menjadi tanda bronkitis atau radang paru-paru, sementara nyeri dada, sesak, dan sesak napas tiba-tiba bisa menandakan emboli paru (sumbatan pembekuan darah di paru-paru).

Bendera merah lain adalah 'lokalisasi' gejala, yang berarti kamu hanya merasakannya di satu area tertentu, jelas Dr Safo. Sementara pilek mempengaruhi seluruh sistem pernapasan bagian atas, penyakit lain ditandai dengan gejala-gejala intens di satu tempat.

Misalnya, Dr Lai Becker menunjukkan radang tenggorokan menyebabkan sakit parah sehingga sulit menelan, tetapi biasanya tidak akan menyebabkan rasa sakit di area tubuh lainnya. Infeksi sinus dapat menyebabkan sakit kepala dan bahkan membuat gigi Anda sakit, infeksi telinga biasanya akan menyebabkan rasa sakit dan kemacetan di satu telinga, dan mono dapat menyebabkan amandel bengkak.

(ask/up)

Berita Terkait