Dr Allison Arwady dari Chicago Department of Public Health, mengatakan perdarahan yang dialami pengguna ganja sintetis cukup beragam, mulai dari batuk darah, kencing berdarah, hingga mimisan dan gusi berdarah. Sampai saat ini, belum bisa dipastikan apa penyebab pendarahan tersebut.
"Kasus-kasus ini semakin bermunculan. Laporan terbaru menyebut ada 70 orang yang dirawat karena perdarahan setelah mengonsumsi ganja sintetis," ungkap Arwady, dikutip dari CNN.
Arwady menyebut dugaan awal, para pasien mengalami keracunan ganja sintetis. 9 Pasien positif mengandung brodifacoum yang merupakan zat aktif dalam produk racun tikus. Sisanya, diduga mengalami efek samping akibat produk ganja sintetis yang buruk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang lebih parah, peredaran ganja sintetis ini sering kali tidak teregulasi dengan baik, berbeda dengan ganja medis yang dijual di apotek khusus. Ganja sintetis bisa ditemukan dengan mudah di minimarket, pom bensin hingga dijual online.
"Ada beberapa produk yang menggunakan bahan-bahan ilegal. Hal inilah yang kami duga menjadi penyebab keracunan massal ganja sintetis di Chicago dan Illinois," tutupnya.











































