Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Primary Care Diabetes Europe mengungkapkan riwayat keluarga menjadi salah satu faktor risiko penting penyebab diabetes. Sebab, faktor ini mencerminkan risiko dari genetik, perilaku, dan lingkungan yang dimiliki bersama pada seluruh anggota keluarga.
Karena itulah mereka yang memiliki keturunan diabetes berisiko hingga enam kali lebih tinggi terkena penyakit ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun risiko terkena diabetes lebih tinggi, orang yang memiliki keturunan diabetes bisa mencegahnya dengan memilih nutrisi yang tepat. Salah satunya dengan membatasi asupan gula, seperti mengganti gula pasir dengan pemanis rendah kalori. Misalnya mengganti pemanis sehari-hari dengan Tropicana Slim Stevia.
Selain bisa mencegah diabetes, pemanis rendah kalori juga bisa menjaga berat badan dan tidak merusak gigi.
Sementara itu, menurut artikel berjudul 'Increasing muscle mass to improve metabolism' dalam jurnal Adipocyte, menambah massa otot melalui latihan beban dan fitness juga bisa dilakukan untuk mencegah diabetes.Telah banyak studi yang menunjukkan bahwa otot membantu penyerapan gula darah sehingga risiko terkena diabetes pun bisa dikurangi.
Perlu diingat, diabetes memang merupakan penyakit keturunan, tapi belum tentu yang memiliki keturunan diabetes akan mengidap penyakit ini. Sebaliknya, bagi orang yang tidak memiliki keturunan diabetes juga belum terjamin bebas dari risiko diabetes. Maka terapkan gaya hidup sehat sejak dini. (ega/up)











































