Sabtu, 07 Apr 2018 07:00 WIB

Pasca Temuan Makarel Bercacing, YLKI Imbau Tingkatkan Quality Control

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Tulus Abadi Ketua YLKI (Foto: Ari Saputra/detikcom) Tulus Abadi Ketua YLKI (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Terkait dengan temuan cacing parasit jenis Anisakis pada ikan makarel bercacing, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI telah melakukan audit komprehensif dengan mekanisme joint inspection lintas instansi pemerintahan.

"Dan berdasarkan dari audit komprehensif tersebut dan joint inspection tersebut bisa dinyatakan bahwa sudah tervalidasi dan sudah terlihat adanya pelaksanaan tata aturan yang menjadi standar, juga sudah dilakukan penarikan, nanti ada data secara teknis berapa yang sudah dilakukan penarikan," tutur Penny Lukito, Kepala BPOM RI pada konferensi pers di Jakarta Pusat, Jum'at (6/4/2018).

BPOM telah memastikan bahwa kasus tersebut sudah berada dalam kendali pemerintah dan dinyatakan semua produk yang di luar bets (kode produksi) yang ditarik aman dikonsumsi oleh masyarakat.



Turut hadir pula Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, dalam konferensi pers tersebut dan memberikan imbauan bagi seluruh pihak terkait masalah cacing dalam ikan makarel kalengan untuk meningkatkan quality control.

"Dengan kejadian semacam ini dan beberapa bulan terakhir kita sering adanya kasus-kasus soal makanan yang tidak aman, kami terus mengapresiasi dan mendorong badan POM untuk terus melakukan pengawasan post-market control di pasar sehingga konsumen, masyarakat, betul-betul ada jaminan produk makan yang mereka konsumsi baik untuk makanan maupun obat obatan," jelasnya.

Tulus juga berharap hal ini dapat mendorong adanya RUU Pengawasan Obat dan Makanan, serta menjadi trigger bagi BPOM selaku badan pengawas yang lebih tinggi dalam konteks tersebut.

Selain itu, ia juga menambahkan bagi para pelaku usaha sebagai penopang ekonomi besar di indonesia untuk meningkatkan quality control kepada konsumennya.



"Kemudian konteks pengawasan dari hulu. Ini kan masalah ikan yang kita impor dari laut tertentu di luar negeri, oleh karena itu KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) terus bisa mengantisipasi fenomena-fenomena alam itu periodik apakah insidental. Kalau periodik bisa diantisipasi sedemikian rupa sehingga tidak terjadi pencemaran cacing laut tadi kan seperti anisakis ini," kata Tulus.

Dengan kata lain, lanjutnya, rantai pasokan makanan ikan benar-benar aman dari hulu (KKP) hingga hilir (BPOM).

"Karena konsumen punya hak atas keamanan pangan di dalam konsumsi makanan sehari-hari khususnya dalam konteks ini adalah ikan kalengan," tegas Tulus.

Cacing parasit mati yang ditemukan di dalam 27 merek ikan makarel kalengan termasuk dalam jenis Anisakis Sp. Sejumlah ahli menyatakan anisakis tidak berbahaya jika terkonsumsi dalam keadaan mati, di mana proses pengalengan sendiri dapat membunuh cacing ini.

(up/up)
News Feed
CNN ID
×
Layar Demokrasi
Layar Demokrasi Selengkapnya