Minggu, 08 Apr 2018 09:40 WIB

Diolah Seperti Ini, Makanan Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: iStock
Jakarta - Makan enak tentu menjadi dambaan setiap orang. Namun makanan yang diolah dengan cara tertentu bisa mendatangkan efek samping yang kurang menyenangkan lho.

Sebuah studi mengungkapkan beberapa metode pengolahan makanan yang kurang menguntungkan bagi kesehatan, di antaranya grilling, broiling seperti dalam penyajian steak, dan roasting. Sebab ketiganya bersentuhan langsung dengan sumber api dan diolah dengan suhu tinggi.

Efek sampingnya adalah ketiga metode tersebut dikaitkan dengan kejadian tekanan darah tinggi pada mereka yang mengonsumsi makanan yang diolah dengan ketiga cara tersebut.

Hal ini telah dipastikan peneliti dengan melibatkan lebih dari 86.000 wanita dan 17.000 pria yang di awal studi tidak tercatat memiliki hipertensi. Studi sendiri dilakukan selama 16 tahun.


Selama studi berlangsung tercatat 37.000 partisipan mengalami tekanan darah tinggi. Namun ketika peneliti mengamati partisipan yang dilaporkan makan daging sedikitnya dua kali dalam sepekan, mereka menemukan dua fakta.

Pertama, mereka yang makan daging sapi, ayam atau ikan dengan cara dipanggang, lebih dari 15 kali dalam sebulan berpeluang 17 persen lebih tinggi untuk mengalami tekanan darah tinggi, dibandingkan mereka yang hanya makan menu yang sama dengan frekuensi kurang dari empat kali dalam sepekan.

Begitu juga dengan yang memakan daging mereka dengan tingkat kematangan well-done berisiko 15 persen lebih tinggi untuk mengalami tekanan darah yang tinggi ketimbang yang lebih suka makan daging dengan kematangan 'rare'.

Peneliti menjelaskan ada bahan-bahan kimiawi yang dihasilkan oleh daging yang dimasak dengan suhu tinggi kemudian memicu inflamasi atau peradangan, stres oksidatif (proses yang dapat merusak sel-sel tubuh), serta resistensi insulin atau kondisi di mana tubuh tak dapat merespons insulin dengan baik.

"Bahan-bahan kimiawi yang sama juga dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi," tandas ketua tim peneliti, Gang Liu dari Department of Nutrition, Harvard TH Chan School of Public Health, Boston seperti dilaporkan Livescience.

Namun studi tersebut baru sebatas dilakukan pada binatang. Dan peneliti hanya sebatas menemukan keterkaitan saja, belum sampai pada taraf sebab-akibat.

Sebelumnya dr Ronald A Hukom, MHSc, SpPD-KHOM, dokter spesialis penyakit dalam dari RS Kanker Dharmais juga menyampaikan bahwa makanan yang dibakar atau mengonsumsi bagian makanan yang gosong dapat meningkatkan risiko kanker.

Ini karena heterocyclic amines (HCAs) dapat muncul dari daging yang dimasak dengan suhu tinggi. Daging yang dimasak sampai berubah warna menjadi kehitaman banyak mengandung HCAs.

"Membakar daging dengan suhu lebih rendah lebih dianjurkan meski butuh waktu sedikit lebih lama dibandingkan kalau apinya panas. Namun dengan mengurangi panas, pembentukan HCA akan berkurang sangat signifikan," jelasnya kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

(lll/up)