Andika 'Kerispatih' Idap Diabetes, Nggak Gemuk Juga Bisa Kena?

Andika 'Kerispatih' Idap Diabetes, Nggak Gemuk Juga Bisa Kena?

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Selasa, 10 Apr 2018 18:35 WIB
Andika Kerispatih Idap Diabetes, Nggak Gemuk Juga Bisa Kena?
Banyak mitos yang kita percayai seputar penyakit kencing manis ini. Foto: Dok. Instagram/dikabassman
Jakarta - Pagi tadi, dikabarkan Andika Putrasahadewa atau yang akrab disapa Dika Bassman, pemain bas Kerispatih, meninggal dunia akibat diabetes yang berkomplikasi menjadi stroke. Disebutkan diabetes ini sudah diidapnya sejak lama.

Diabetes adalah salah satu penyakit yang selalu diwaspadai setiap orang. Namun nyatanya, kewaspadaan tersebut belum cukup untuk mengurangi jumlah pasien diabates. Tercatat, jumlah pasien diabetes selalu bertambah setiap tahunnya.

"Saat ini, di Indonesia tercatat ada 8,6 juta orang yang terkena diabetes, meningkat cukup besar dari tahun 2007. Angka ini juga membuat Indonesia menempati peringkat ketujuh dari negara dengan penderita diabetes terbanyak tahun ini," ujar Prof. Dr. dr. Achmad Rudijanto, Sp.PD-KEMD, FINASIM kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

[Gambas:Video 20detik]

Banyak mitos-mitos yang kerap kita percayai seputar penyakit kencing manis ini. Misalnya, bahwa diabetes hanya menyerang orang gemuk dan berusia tua. Benarkah demikian? Berikut detikHealth merangkumnya dari berbagai sumber:

Mitos: Diabetes adalah penyakit usia tua

Foto: thinkstock
Fakta: Salah! Dengan meningkatnya jumlah pengidap diabetes, ditemukan bahwa gaya hidup berperan sangat penting dalam memicu penyakit kencing manis tersebut.

"Sebagian besar penderita diabetes ini dialami pada orang yang cenderung berada pada usia produktif. Padahal diabetes ini dapat mengganggu produktivitas orang," tutur Prof Achmad.

Dari 8,6 juta orang pasien diabetes, usia pengidapnya bermacam-macam. Pasien diabetes terbanyak terdapat pada usia 40-59 tahun. Sedangkan kedua terbanyak pada usia 20-39 tahun. Dari keseluruhan, tercatat pasien diabetes berada pada range usia 20-79 tahun. Hal ini cukup disayangkan, mengingat pasien diabetes terbanyak adalah usia yang dibilang produktif.

Mitos: Diabetes hanya diidap orang gemuk

Foto: thinkstock
Fakta: Jangan salah, diabetes tak melulu masalah orang obesitas. Orang dengan berat badan normal juga tak serta merta bebas penyakit ini.

"Saat ini skrining dan pencegahan dini diabetes hanya difokuskan kepada mereka yang kelebihan berat badan dan atau mengalami obesitas. Padahal diabetes bisa menyerang siapa saja, termasuk mereka yang memiliki berat badan normal," tutur Prof Arch, dikutip dari Medical Daily.

Prof Arch menyoroti fenomena yang disebut sebagai 'skinny fat'. Orang-orang ini memiliki berat badan normal, namun massa ototnya kalah jauh daripada jumlah lemak, yang membuat komposisi tubuh mereka buruk. Merekalah orang-orang yang juga berisiko tinggi mengalami diabetes tipe 2.

Menurutnya, pemahaman masyarakat tentang komposisi dan proporsi tubuh masih sangat rendah. Seseorang yang memiliki berat badan 60 kg di usia 55 tahun masih dianggap normal. Padahal bisa jadi, berat badannya berasal dari lemak, bukan massa otot.

Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak lengah dan mengubah sudut pandang soal risiko diabetes. Kelebihan berat badan dan obesitas jelas tidak sehat. Namun bukan berarti mereka yang memiliki berat badan normal bisa bebas dari ancaman penyakit.

Mitos: Diabetes itu penyakit keturunan atau genetik

Foto: ilustrasi/thinkstock
Fakta: Memang bagi mereka yang memiliki keturunan diabetes berisiko hingga enam kali lebih tinggi terkena penyakit ini. Namun dilansir dari Mayo Clinic, ada faktor risiko diabetes yang bisa dialami semua orang, yaitu kegemukan serta penumpukan lemak di perut.

Faktor risiko tersebut dapat mempengaruhi kemungkinan seseorang terkena diabetes terlepas dari apakah seseorang itu memiliki riwayat diabetes maupun tidak. Sekali lagi, mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dapat membebaskanmu dari penyakit ini.

Mitos: Diabetes hanya menyerang laki-laki

Foto: ilustrasi/thinkstock
Fakta: Ups, salah besar! Berdasarkan data Diabetes Atlas Edisi ke-18 yang diterbitkan oleh International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2017, wanita lebih berisiko terkena diabetes ketimbang pria, lho.

dr Roy Roy Panusunan Sibarani, SpPD-KEMD menyebutkan kepada detikHealth bahwa ada banyak faktor yang menyebabkan wanita lebih rentan terkena diabetes. Faktor seperti kurang aktivitas fisik dan resistensi insulin yang meningkat saat hamil.

"Insulin resistance itu saya ibaratkan sebagai nenek sihir, jadi dia itu terjadi karena kita terlalu banyak makan, terlalu gemuk, sama kurang olahraga. Semua melibatkan zat yang namanya AMPK (AMP-activated protein kinase) tidak bekerja," tutur dr Roy.

Mitos: Diabetes hanya dialami orang dewasa

Foto: ilustrasi/thinkstock
Fakta: Eits, tahu enggak kalo anak-anak dan remaja juga berpotensi terserang penyakit ini? Pada tahun 2002 - 2005 saja, ada sekitar 3.600 kasus baru diabetes tipe 2 pada anak-anak dan remaja di Amerika Serikat.

"Lima puluh tahun lalu, anak-anak tidak menghindari obesitas dengan membuat pilihan yang sehat, mereka tinggal di lingkungan yang menyediakan lebih sedikit kalori dan banyak aktivitas fisik. Sebelum upaya membuat lingkungan yang mendukung anak-anak untuk makan lebih sedikit dan banyak bergerak berhasil, upaya pengobatan akan selalu gagal," kata Dr David Allen dari departemen pediatri di University of Wisconsin.

Sayangnya, diabetes yang terjadi pada anak-anak dan remaja lebih sulit diobati ketimbang pada orang dewasa. Penyebabnya masih belum diketahui, bisa jadi disebabkan oleh pertumbuhan yang cepat dan perubahan hormon selama masa pubertas.
Halaman 2 dari 6
Fakta: Salah! Dengan meningkatnya jumlah pengidap diabetes, ditemukan bahwa gaya hidup berperan sangat penting dalam memicu penyakit kencing manis tersebut.

"Sebagian besar penderita diabetes ini dialami pada orang yang cenderung berada pada usia produktif. Padahal diabetes ini dapat mengganggu produktivitas orang," tutur Prof Achmad.

Dari 8,6 juta orang pasien diabetes, usia pengidapnya bermacam-macam. Pasien diabetes terbanyak terdapat pada usia 40-59 tahun. Sedangkan kedua terbanyak pada usia 20-39 tahun. Dari keseluruhan, tercatat pasien diabetes berada pada range usia 20-79 tahun. Hal ini cukup disayangkan, mengingat pasien diabetes terbanyak adalah usia yang dibilang produktif.

Fakta: Jangan salah, diabetes tak melulu masalah orang obesitas. Orang dengan berat badan normal juga tak serta merta bebas penyakit ini.

"Saat ini skrining dan pencegahan dini diabetes hanya difokuskan kepada mereka yang kelebihan berat badan dan atau mengalami obesitas. Padahal diabetes bisa menyerang siapa saja, termasuk mereka yang memiliki berat badan normal," tutur Prof Arch, dikutip dari Medical Daily.

Prof Arch menyoroti fenomena yang disebut sebagai 'skinny fat'. Orang-orang ini memiliki berat badan normal, namun massa ototnya kalah jauh daripada jumlah lemak, yang membuat komposisi tubuh mereka buruk. Merekalah orang-orang yang juga berisiko tinggi mengalami diabetes tipe 2.

Menurutnya, pemahaman masyarakat tentang komposisi dan proporsi tubuh masih sangat rendah. Seseorang yang memiliki berat badan 60 kg di usia 55 tahun masih dianggap normal. Padahal bisa jadi, berat badannya berasal dari lemak, bukan massa otot.

Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak lengah dan mengubah sudut pandang soal risiko diabetes. Kelebihan berat badan dan obesitas jelas tidak sehat. Namun bukan berarti mereka yang memiliki berat badan normal bisa bebas dari ancaman penyakit.

Fakta: Memang bagi mereka yang memiliki keturunan diabetes berisiko hingga enam kali lebih tinggi terkena penyakit ini. Namun dilansir dari Mayo Clinic, ada faktor risiko diabetes yang bisa dialami semua orang, yaitu kegemukan serta penumpukan lemak di perut.

Faktor risiko tersebut dapat mempengaruhi kemungkinan seseorang terkena diabetes terlepas dari apakah seseorang itu memiliki riwayat diabetes maupun tidak. Sekali lagi, mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dapat membebaskanmu dari penyakit ini.

Fakta: Ups, salah besar! Berdasarkan data Diabetes Atlas Edisi ke-18 yang diterbitkan oleh International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2017, wanita lebih berisiko terkena diabetes ketimbang pria, lho.

dr Roy Roy Panusunan Sibarani, SpPD-KEMD menyebutkan kepada detikHealth bahwa ada banyak faktor yang menyebabkan wanita lebih rentan terkena diabetes. Faktor seperti kurang aktivitas fisik dan resistensi insulin yang meningkat saat hamil.

"Insulin resistance itu saya ibaratkan sebagai nenek sihir, jadi dia itu terjadi karena kita terlalu banyak makan, terlalu gemuk, sama kurang olahraga. Semua melibatkan zat yang namanya AMPK (AMP-activated protein kinase) tidak bekerja," tutur dr Roy.

Fakta: Eits, tahu enggak kalo anak-anak dan remaja juga berpotensi terserang penyakit ini? Pada tahun 2002 - 2005 saja, ada sekitar 3.600 kasus baru diabetes tipe 2 pada anak-anak dan remaja di Amerika Serikat.

"Lima puluh tahun lalu, anak-anak tidak menghindari obesitas dengan membuat pilihan yang sehat, mereka tinggal di lingkungan yang menyediakan lebih sedikit kalori dan banyak aktivitas fisik. Sebelum upaya membuat lingkungan yang mendukung anak-anak untuk makan lebih sedikit dan banyak bergerak berhasil, upaya pengobatan akan selalu gagal," kata Dr David Allen dari departemen pediatri di University of Wisconsin.

Sayangnya, diabetes yang terjadi pada anak-anak dan remaja lebih sulit diobati ketimbang pada orang dewasa. Penyebabnya masih belum diketahui, bisa jadi disebabkan oleh pertumbuhan yang cepat dan perubahan hormon selama masa pubertas.

(up/up)

Berita Terkait