Kamis, 12 Apr 2018 18:07 WIB

Bayi Laki-laki Lahir Empat Tahun Setelah Kematian Orangtuanya

Firdaus Anwar - detikHealth
Embrio beku pasangan yang telah meninggal ditanam di rahim wanita lain. (Foto ilustrasi: thinkstock) Embrio beku pasangan yang telah meninggal ditanam di rahim wanita lain. (Foto ilustrasi: thinkstock)
Jakarta - Pada tahun 2013 lalu ada pasangan suami istri di China yang meninggal dunia setelah terlibat dalam kecelakaan mobil. Keduanya diketahui tidak memiliki anak namun sempat membekukan embrio, sel telur yang sudah dibuahi, sebelum meninggal.

Embrio pasangan tersebut disimpan di RS Nanjing dalam tangki nitrogen cair bersuhu minus 196 derajat celsius. Mengetahui hal itu keempat orang tua pasangan sepakat memakai embrio untuk mendapatkan cucu lewat rahim sewaan.

Setelah melewati perjuangan hukum panjang akhirnya para orang tua pasangan mendapatkan hak atas embrio dan segera mencari wanita yang mau menyewakan rahimnya. Di China praktik sewa rahim adalah hal yang ilegal sehingga mau tidak mau mereka harus melarikan pilihannya ke luar negeri.

Di Laos praktik sewa rahim adalah hal yang legal sehingga lewat bantuan agensi para orang tua pasangan bisa menemukan wanita di sana yang mau mengandung embrio calon cucunya.

"Di Laos, embrio ditanam pada rahim seorang wanita. Pada Desember 2017 lahirlah seorang anak laki-laki," tulis BBC dan dikutip Kamis (12/4/2018).

Diberi nama Tiantian, bayi tersebut secara teknis lahir empat tahun setelah orang tua biologisnya meninggal. Karena tidak punya orang tua lagi, empat kakek-nenek harus menggunakan tes DNA untuk membuktikan bahwa Tiantian memang cucunya.
(fds/up)
News Feed