Jakarta -
Kunci dari menjaga otak kita agar tetap sehat adalah menjaga badan tetap bugar dan pikiran tetap aktif. Dengan terus memberikan latihan, otak kamu akan terstimulasi untuk terus bekerja.
Mulai dari berkebun hingga bermain musik., melatih otak dapat dilakukan dengan berbagai latihan dan kegiatan sebagai berikut:
Berkebun
Foto: Thinkstock
|
Berkebun disebut mampu meningkatkan mood dan fungsi otak, namun tak ada yang dapat menjelaskan mengapa.
Beberapa peneliti menduga disebabkan oleh kombinasi dari menyentuh tanah, terekspos sinar matahari (yang penuh dengan vitamin D) serta rasa puas melihat makhluk hidup bertumbuh menyeimbangkan kembali elektrolit dan muatan alami dalam tubuh, dilansir dari DHB.
Aplikasi latihan otak
Foto: Thinkstock
|
Majunya perkembangan teknologi jaman sekarang tak lepas dari membantu kegiatan sehari-hari. Ada banyak aplikasi telepon genggam yang diciptakan untuk meningkatkan kerja otakmu.
Beberapa aplikasi telah diujicoba dan dibuktikan dapat mencegah serta melawan demensia dan Alzheimer's. Misalnya seperti aplikasi bernama Lumosity, CleverMind, Brain Trainer, dan Dakim Game.
Main alat musik
Foto: Angling Adhitya Purbaya
|
Musik itu melegakan dan menenangkan, bahkan ada penelitian yang mengungkap bahwa mendengarkan musik klasik pada janin dalam perut dapat mencerdaskan. Oleh karena itu, sebagian besar musisi memiliki risiko rendah terkena demensia.
Terapi musik juga mulai dilakukan untuk mengatasi pengidap demensia. Dengan bermain musik (atau bisa juga dengan rutin mendengarkan musik, jika kamu tak bisa memainkan alat musik satupun) kemampuanmu untuk mengingat dalam jangka panjang dan jangka pendek lebih meningkat.
Akan tetapi jenis musik juga mempengaruhi, lho. Yang disarankan adalah musik-musik bergenre klasik, etnik dan jazz.
Aktifitas mendetail dan koordinasi tangan-mata
Foto: Ari Saputra
|
Dewasa ini, orang yang mampu mengingat informasi sekaligus melakukan aktifitas mendetail itu luar biasa. Ada banyak kegiatan atau aktifitas yang membutuhkan detail dan koordinasi pada tangan dan mata.
Misal merajut, menjahit dan story telling dapat membuat otakmu tetap berfungsi karena transisi pada detail dan gambar yang lebih besar membantu otakmu menjaga informasi.
Belajar bahasa asing
Foto: pool/Astra
|
Mempelajari bahasa lain di luar bahasa ibu kita menstimulasi hampir seluruh bagian otak kita. Selain itu, dalam mempelajari bahasa kita juga mengadopsi cara berpikir dan budaya yang berbeda.
Hal tersebut dapat meningkatkan kerja otak, karena ketika mempelajari bahasa lain maka otak harus menulis ulang 'pusat bahasa' di otak.
Berkebun disebut mampu meningkatkan mood dan fungsi otak, namun tak ada yang dapat menjelaskan mengapa.
Beberapa peneliti menduga disebabkan oleh kombinasi dari menyentuh tanah, terekspos sinar matahari (yang penuh dengan vitamin D) serta rasa puas melihat makhluk hidup bertumbuh menyeimbangkan kembali elektrolit dan muatan alami dalam tubuh, dilansir dari
DHB.
Majunya perkembangan teknologi jaman sekarang tak lepas dari membantu kegiatan sehari-hari. Ada banyak aplikasi telepon genggam yang diciptakan untuk meningkatkan kerja otakmu.
Beberapa aplikasi telah diujicoba dan dibuktikan dapat mencegah serta melawan demensia dan Alzheimer's. Misalnya seperti aplikasi bernama Lumosity, CleverMind, Brain Trainer, dan Dakim Game.
Musik itu melegakan dan menenangkan, bahkan ada penelitian yang mengungkap bahwa mendengarkan musik klasik pada janin dalam perut dapat mencerdaskan. Oleh karena itu, sebagian besar musisi memiliki risiko rendah terkena demensia.
Terapi musik juga mulai dilakukan untuk mengatasi pengidap demensia. Dengan bermain musik (atau bisa juga dengan rutin mendengarkan musik, jika kamu tak bisa memainkan alat musik satupun) kemampuanmu untuk mengingat dalam jangka panjang dan jangka pendek lebih meningkat.
Akan tetapi jenis musik juga mempengaruhi, lho. Yang disarankan adalah musik-musik bergenre klasik, etnik dan jazz.
Dewasa ini, orang yang mampu mengingat informasi sekaligus melakukan aktifitas mendetail itu luar biasa. Ada banyak kegiatan atau aktifitas yang membutuhkan detail dan koordinasi pada tangan dan mata.
Misal merajut, menjahit dan story telling dapat membuat otakmu tetap berfungsi karena transisi pada detail dan gambar yang lebih besar membantu otakmu menjaga informasi.
Mempelajari bahasa lain di luar bahasa ibu kita menstimulasi hampir seluruh bagian otak kita. Selain itu, dalam mempelajari bahasa kita juga mengadopsi cara berpikir dan budaya yang berbeda.
Hal tersebut dapat meningkatkan kerja otak, karena ketika mempelajari bahasa lain maka otak harus menulis ulang 'pusat bahasa' di otak.
(up/up)