Kim Sa-gyu, salah seorang warga yang sering berkunjuk ke diskotek itu. Ia menyebutnya 'taman bermain'. Kim adalah seorang pensiunan berusia 85 tahun, karena merasa kesepian dan muncul kecemasan, Kim memutuskan untuk mengunjungi diskotek tersebut.
"Apa lagi yang akan aku lakukan sepanjang hari? Keluargaku sibuk dengan pekerjaan. Aku benci pergi ke pusat-pusat kota karena yang mereka lakukan hanyalah merokok," ujarnya seperti dikutip dari Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diskotek unik ini dikhususkan bagi para lansia di Korsel. Foto: Reuters |
Diskotek seperti ini telah muncul untuk melayani populasi tua di Korsel. Orang yang kesepian, miskin, dan sakit bisa menemukan cara untuk menghibur diri setelah bekerja keras selama puluhan tahun.
Choi Jung-eun, sang pemiliki diskotek mengatakan bahwa ada hampir dua ribu orang berkunjung pada akhir pekan. Uniknya, diskotek ini tidak menjual minuman beralkohol, melainkan yoghurt probiotik menyehatkan.
Di diskotek ini, para lansia juga dibebaskan untuk menari. Ini bertujuan untuk membuat lansia terhindar dari depresi. Pasalnya, di Korsel tingkat kasus bunuh diri cukup tinggi, terutama pada lansia.
Salah satunya Kim In-gil yang memiliki pikiran untuk bunuh diri karena bisnisnya gagal. Akhirnya ia datang ke diskotek tersebut tersebut empat kali dalam seminggu dan menari selama dua jam untuk menyingkirkan pikiran itu.
"Jika Anda memiliki musik dan pasangan, Anda dapat menyingkirkan semua pikiran negatif dari pikiran Anda," katanya.
Tak cuma kepikunan, gangguan kecemasan juga kerap menghantui para lansia. Foto: Reuters |












































Diskotek unik ini dikhususkan bagi para lansia di Korsel. Foto: Reuters
Tak cuma kepikunan, gangguan kecemasan juga kerap menghantui para lansia. Foto: Reuters