Jakarta -
Biasanya calon pengantin wanita melakukan diet atau menjaga pola makan jelang hari pernikahan supaya terlihat langsing di atas pelaminan. Namun hal ini tidak berlaku bagi Meghan Markle yang akan menikah dengan Pangeran Harry 19 Mei 2018 mendatang.
Pasalnya, Meghan Markle sudah memiliki rutinitas pola makan sehat dan olahraga teratur. Sebagai salah satu gaya hidupnya, jauh sebelum merencanakan pernikahan. Seperti apa? Simak penjelasan selengkapnya seperti dikutip dari Women's Weekly:
Yoga
Foto: Instagram @meghanmarkle8
|
Ibunya, Doria Ragland, dulunya seorang instruktur yoga, jadi tidak mengherankan Meghan menggemari latihan yoga sejak lama. Ia melakukan yoga beberapa kali dalam seminggu."Yoga mengalir di dalam darah saya. Saya suka kelas yoga vinyasa, bahkan lebih baik lagi jika menggunakan lagu hip-hop, di ruangan yang gelap, dan hanya menggunakan cahaya lilin," ujar Meghan Markle.
Rajin lari
Foto: Getty Images
|
Tak hanya yoga, wanita 36 tahun itu juga aktif melakukan olahraga lari. Lari telah menjadi sebuah bentuk meditasi bergerak baginya, karena dapat membuat dirinya mengosongkan pikiran. Selain itu, Meghan Markle menyukai latihan pilates.Meghan Markle menggabungkan pilates dengan latihan kardio dan kekuatan. Cukup 55 menit bisa membakar sekitar 700 kalori.
Diet yang benar
Foto: Instagram @meghanmarkle8
|
Tunangan Pangeran Harry ini mengaku bahwa dia selalu menjaga kesehatannya dengan mengonsumsi ikan dan sayuran saja dalam seminggu. Menurut Meghan Markle, makan sayuran dapat menurunkan tekanan darah tinggi."Saya mencoba untuk menjadi vegan selama seminggu dan kemudian memiliki sedikit fleksibilitas dengan apa yang saya gali pada akhir pekan," ungkapnya.
Meski demikian, ia tetap mengonsumsi karbohidrat, namun menghindari makanan yang membuatnya merasa lelah.
Memotivasi diri
Foto: Getty Images
|
Meghan Markle biasanya cenderung melakukan segal sesuatu seorang diri, seperti nonton DVD di rumah atau pergi ke gym seorang diri. Namun, untuk melakukan hal itu butuh motivasi untuk bangun dan melakukannya.
"Saya pikir jika Anda bisa memotivasi diri sendiri, itulah separuh pertempuran," kata Meghan Markle.
"Kesehatan saya, keadaan pikiran saya, perasaan yang Anda alami setelah berolahraga, semua hal ini mendorong saya untuk pergi ke gym. Terkadang gagasan untuk berolahraga terdengar sangat mengerikan, tapi saya selalu mengingatkan diri saya akan betapa baiknya perasaan itu sesudahnya. Euforia!" ungkapnya.
Ibunya, Doria Ragland, dulunya seorang instruktur yoga, jadi tidak mengherankan Meghan menggemari latihan yoga sejak lama. Ia melakukan yoga beberapa kali dalam seminggu.
"Yoga mengalir di dalam darah saya. Saya suka kelas yoga vinyasa, bahkan lebih baik lagi jika menggunakan lagu hip-hop, di ruangan yang gelap, dan hanya menggunakan cahaya lilin," ujar Meghan Markle.
Tak hanya yoga, wanita 36 tahun itu juga aktif melakukan olahraga lari. Lari telah menjadi sebuah bentuk meditasi bergerak baginya, karena dapat membuat dirinya mengosongkan pikiran. Selain itu, Meghan Markle menyukai latihan pilates.
Meghan Markle menggabungkan pilates dengan latihan kardio dan kekuatan. Cukup 55 menit bisa membakar sekitar 700 kalori.
Tunangan Pangeran Harry ini mengaku bahwa dia selalu menjaga kesehatannya dengan mengonsumsi ikan dan sayuran saja dalam seminggu. Menurut Meghan Markle, makan sayuran dapat menurunkan tekanan darah tinggi.
"Saya mencoba untuk menjadi vegan selama seminggu dan kemudian memiliki sedikit fleksibilitas dengan apa yang saya gali pada akhir pekan," ungkapnya.
Meski demikian, ia tetap mengonsumsi karbohidrat, namun menghindari makanan yang membuatnya merasa lelah.
Meghan Markle biasanya cenderung melakukan segal sesuatu seorang diri, seperti nonton DVD di rumah atau pergi ke gym seorang diri. Namun, untuk melakukan hal itu butuh motivasi untuk bangun dan melakukannya.
"Saya pikir jika Anda bisa memotivasi diri sendiri, itulah separuh pertempuran," kata Meghan Markle.
"Kesehatan saya, keadaan pikiran saya, perasaan yang Anda alami setelah berolahraga, semua hal ini mendorong saya untuk pergi ke gym. Terkadang gagasan untuk berolahraga terdengar sangat mengerikan, tapi saya selalu mengingatkan diri saya akan betapa baiknya perasaan itu sesudahnya. Euforia!" ungkapnya.
(hrn/up)