Selasa, 24 Apr 2018 07:08 WIB

Kebanyakan Minum Es Cokelat, Pria Ini Jalani Operasi Sinus

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Kisah pria yang satu ini membuktikan bahwa sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Ia harus menjalankan operasi sinus karena kebanyakan meminum cokelat. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Ais Kepal Milo kuliner asal negeri jiran Malaysia memang sedang viral-viralnya. Kalau kamu juga ikut terkena demam yang satu ini, kisah dari seorang pria bernama Hanafi asal Penang menjadi pembelajaran bahwa segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.

Hanafi menyebutkan bahwa ia harus menjalani operasi sinus pada 17 April 2018 karena pola makannya yang tidak baik. Ia menambahkan, kondisi ini semakin diperparah oleh kebiasaannya meminum minuman cokelat dalam jumlah yang banyak.

"Masalah sinusku menjadi semakin buruk karena pola makanku. Aku terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat serta minum banyak Milo," katanya seperti dikutip dari World of Buzz.



Menurut Hanafi, kandungan gula yang terlalu banyak ia konsumsi adalah penyebabnya. Tekanan gula darah menjadi meningkat dan membuat kuman bisa tumbuh dengan mudah sehingga menimbulkan infeksi. Setelah adanya operasi itu, Hanafi pun mengaku disarankan untuk membatasi asupan kedelai, mie, serta roti.

Namun, banyak netizen yang mengkritik Hanafi, salah satunya Cik Nur Hidayah Daris yang menuliskan kurang lebih jika diartikan 'perbuatan kita sendiri yang membuat kita sakit... terlalu sering minum makanan manis hingga 3 kali sehari setiap harinya, minum tidak minum tidak boleh sampai ketagihan, itu penyebabnya,'.

Baca juga:

Dr Agus Subagio, SpTHT, dokter spesialis THT yang praktik di RS Puri Indah beberapa waktu menjelaskan sinusitis adalah peradangan yang terjadi pada rongga sinus. Penyakit ini sering terjadi pada orang yang alergi terhadap pencetusnya misalnya debu atau udara dingin.

Gejala yang ditimbulkan hampir sama dengan flu biasa yang sering terjadi pada musim hujan seperti pilek, hidung tersumbat, berlendir, demam dan sakit kepala (biasanya saat bangun tidur), ingus berwarna kuning atau kehijauan, nafas bau, batuk berlendir, demam tinggi (di atas 39 derajat Celcius), sakit gigi dan kurang sensitif terhadap rasa dan bau.

Dr Agus pun menyarankan untuk menghindari asap rokok, cukup minum air putih, dan meminimalkan konsumsi produk susu yang dapat mengentalkan lendir dan menyebabkan lubang hidung menyempit sehingga mengakibatkan nyeri dan sakit kepala.




(ask/mrs)