Ia kolaps saat sudah menempuh jarak 36 kilometer. Ia menerima perawatan medis dan dilarikan ke rumah sakit dan kemudian meninggal dunia.
Menjelang balapan pun, para pelari diperingatkan tentang suhu panas. Dan sejak London Marathon dimulai pada tahun 1981, 11 pelari lainnya telah meninggal.
Ini adalah marathon kedua yang diikuti Campbell dalam dua minggu, ini semua dilakukannya untuk mengenang sang ayah, Martin, yang meninggal 18 bulan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan pengajarnya, Nick Martin mengaku merasa sangat kehilangan setelah mendengar kabar duka ini. Melalui Twitter, ia mengungkapkan bahwa ia sangat sedih.
"Campbell benar-benar seorang pria muda yang baik, baik hati, dan tulus yang memiliki masa depan yang besar di depannya," tulisnya.
Campbell memulai karirnya sebagai koki pada tahun 2009. Kepergiannya menuai banyak penghormatan dari berbagai kalangan.
Profesor Sanjay Sharma, Direktur Medis The Virgin London Marathon, mengatakan sebagian besar kematian dalam acara marathon dikaitkan dengan kondisi jantung seperti tersumbatnya pembuluh darah jantung atau masalah jantung bawaan. Menurut Prof Sharma, umumnya kasus kematian pada saat kegiatan lari yang dia temukan terjadi pada laki-laki berusia lebih dari 40 tahun.
Selain karena masalah jantung, ada pula peserta kegiatan lari yang meninggal karena terlalu banyak minum air, sehingga yang bersangkutan terkena hiponatremia.










































