Pembawa acara SciShow Stefan Chin mengatakan setidaknya ada enam penyakit yang telah membentuk sejarah manusia. Kebanyakan adalah penyakit menular yang pada zaman dulu begitu mematikan membunuh banyak orang.
Apa saja enam penyakit tersebut? Berikut penjelasannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pes
|
Foto: internet
|
Pada abad pertengahan di Eropa penyakit pes membunuh jutaan jiwa dan dikenal dengan nama Black Pleague. Saat itu diperkirakan seperempat atau setengah populasi manusia di Eropa musnah.
Cacar air
|
Foto: BBC
|
"Penyakit ini terkenal karena berdampak besar saat kolonialis dari Eropa menjajah Amerika. Penduduk pribumi memiliki imunitas untuk melawan penyakit lokal tapi tidak untuk virus asing. Jadi virus Variola (penyebab cacar -red) menginfeksi dan membunuh banyak pribumi," kata Stefan.
Sifilis
|
Foto: The Lancet
|
"Wabah sifilis pertama tercatat di tahun 1495, ketika tentara Perancis terinfeksi setelah merayakan kemenangan berpesta dengan wanita pekerja seks. Saat itu sifilis begitu mematikan karena termasuk penyakit baru sehingga orang-orang di Eropa tidak memiliki kekebalan terhadapnya," kata Stefan.
Tidak ada data pasti berapa jumlah orang yang meninggal, namun sifilis jadi salah satu penyakit pertama yang diketahui menular lewat hubungan seksual. Oleh sebab itu orang-orang memilih untuk menyembunyikannya karena malu.
Kolera
|
Foto: Reuters
|
Kolera disebarkan ketika seseorang meminum air yang terkontaminasi. Namun orang-orang di Inggris tahun 1830-an, tempat di mana kolera mewabah, masih percaya bahwa semua penyakit apapun itu disebabkan oleh udara yang buruk.
"Oleh sebab itu ketika seorang dokter bernama John Snow pada tahun 1854 melacak hampir semua korban terkena kolera setelah minum dari satu pompa air, tidak ada yang percaya," ungkap Stefan.
"Sampai ada seorang pejabat lokal yang ingin membuktikan John salah. Namun hal itu gagal karena laporan dia justru menemukan bukti bahwa wabah kolera disebabkan oleh tercemarnya air akibat popok bayi. John jadi dianggap sebagai bapak epidemiologi modern," lanjutnya.
Demam kuning
|
Foto: africanews.com
|
Lebih dari 200 ribu pekerja saat itu meninggal karena demam kuning atau malaria. Hal ini memaksa Perancis untuk menghentikan pekerjaannya di tahun 1889.
Sampai pada tahun 1900-an Amerika mengidentifikasi nyamuk sebagai penyebar penyakit dan menyelesaikan Terusan Panama.
"Mereka menguras air di kota dan rumah terdekat, tempat di mana nyamuk bertelur," kata Stefan.
Hemofilia
|
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
"Dalam sejarah para bangsawan di Eropa melakukan praktik pernikahan sesama kerabat untuk bisa tetap memiliki 'darah murni'. Nah ketika dua orang bersaudara memiliki anak, ada kemungkinan tinggi keduanya membawa genetik cacat," kata Stefan.
Halaman 2 dari 7











































