Normalnya ketika kamu makan sesuatu yang mengandung gula atau karbohidrat, pankreas membuat insulin, hormon yang dibutuhkan tubuh untuk memproses glukosa. Setiap glukosa yang tersisa disimpan di hati agar tidak masuk ke peredaran darah.
"Orang normal yang tidak memiliki masalah dengan kemampuan mereka untuk mengontrol glukosa darah seharusnya tidak pernah mengalami hiperglikemik secara signifikan," kata Deena Adimoolam, MD, asisten profesor endokrinologi di Icahn School of Medicine, Mount Sinai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelelahan
|
Foto: Thinkstock
|
Memang sih kelelahan karena aktivitas yang padat bisa juga jadi alasan, tapi kalau kamu keseringan mengalami ini, coba deh cek gula darahmu dan konsultasikan kepada dokter.
Pandangan yang kabur
|
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Di samping itu, gejala seperti sakit kepala juga sering menyertai. Lagi-lagi ini memang tanda yang cukup umum, karena itu kamu juga harus lebih pandai menangkap ciri-ciri yang muncul.
Haus terus
|
Foto: Thinkstock
|
Karena orang yang memiliki kadar gula darah yang tinggi lebih sering buang air kecil, ia juga jadi mudah merasa haus dibandingkan biasanya, menurut Dr Adimoolam.
Gejala lainnya
|
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
- Kesulitan berkonsentrasi
- Mulut kering
- Meningkatnya rasa lapar
- Kebingungan
- Sesak nafas
- Nyeri perut
Halaman 5 dari 5











































