Tips Menggemukkan Badan Ala Pria-pria Berotot Kekar

Tips Menggemukkan Badan Ala Pria-pria Berotot Kekar

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Kamis, 03 Mei 2018 19:10 WIB
Tips Menggemukkan Badan Ala Pria-pria Berotot Kekar
Foto: Thinkstock
Jakarta - Nampaknya hampir semua kaum pria mendambakan tubuh yang kekar dan berperut sixpack. Tapi bagaimana mau mendapatkan bentuk badan seperti itu kalau berat badan saja belum ideal?

Ditemui detikHealth, beberapa pria yang pernah kurus dan kini sukses mendapatkan berat badan ideal (plus badan kekar) ini membagikan tips-tips mereka agar bisa mewujudkan keinginanmu. Bagikan ke teman-teman priamu yang kepengin sixpack dari jaman dulu.



TERPENTING: niat dan dedikasi!

Foto: ilustrasi/thinkstock
Nicolas Wilmy, seorang travelpreneur dan praktisi kebugaran ini mengisahkan berat badannya yang dulunya sangatlah kecil. Saat SMA, dengan tinggi badan sekitar 170 cm, ia memiliki berat badan 50 cm.

"Intinya niatnya dulu dikumpulin karena kalau cuma sekadar lihat orang 'ah pengin kayak gini deh' angin-anginan doang, enggak akan bener... Dedikasi, jangan dua bulan 'udah bagus ah berenti ah', kurus lagi. Jadi harus terus aja, karena healthy lifestyle is a process and you have to enjoy every process," ungkapnya saat ditemui detikHealth di sela acara L-Men, Kamis (3/4/2018), Senayan, Jakarta Selatan.

Kenali kebutuhan tubuhmu

Foto: Dok. Thinkstock
Satu orang dengan orang lainnya memiliki perbedaan, mulai dari tingkat metabolisme sampai olahraga yang cocok untuk mendapatkan berat badan yang ideal.

"Pelajari banyak tentang ilmu yang pas buat tubuh kita. Mulai dari nutrisi, olahraganya, yang cocok buat kita. Karena orang kalau ditanya ini beda, tanya yang ini beda. Kalau kayaknya metode ini pas deh buat badan kita, nah stick deh," saran Nico.

Makan segalanya demi menaikkan berat badan?

Foto: Instagram/abibayu
Duh salah besar! Pengalaman Abi Bayu, youtuber dan selebgram dengan akun @esteh_entertaiment, yang juga seorang praktisi kebugaran, memakan makanan secara asal tanpa memikirkan nutrisinya hanya akan berdampak buruk bagi kesehatan.

"Dulu ada jamannya makan segalanya supaya naik baru di maintain, sekarang udah maintain banget makannya beras merah, bacem, mashed potato, gitu-gitu. Tapi saya sadar, nambah berat badannya ya lemak, penyakitan kan," ungkap Abi.

Selain Abi, Nico juga mengaku pernah sampai mengalami kolesterol tinggi karena memaksakan diri untuk memakan segalanya tanpa memperhatikan nutrisi.

"Gendut enggak, kolesterol naik. Dari situ saya belajar untuk bagaimana sih nutrisi yang baik untuk tubuh, akhirnya berat badan saya naik tapi yang naik itu otot karena makanannya itu benar."

Cari teman deh

Foto: ilustrasi/thinkstock
"Harus banget punya teman buat nemenin, karena kalau sendirian eventually pasti bosan. Kalau ada yang nemenin, kalau bisa cari personal trainer, itu akan membantu. Karena kan orang kayak kita nih butuh bantuan untuk naikin berat badan. Lagian bahaya kan kalau dia enggak kuat terus ngangkat beban," saran Abi.

Di samping itu, olahraga dengan teman juga bisa jadi pacuan buat kamu. Kalau teman kamu sudah berhasil mencapai berat badan ideal (plus perut sixpack) dan kamu belum, masa kamu enggak terpacu sih untuk mengalahkannya? Hehe.
Halaman 2 dari 5
Nicolas Wilmy, seorang travelpreneur dan praktisi kebugaran ini mengisahkan berat badannya yang dulunya sangatlah kecil. Saat SMA, dengan tinggi badan sekitar 170 cm, ia memiliki berat badan 50 cm.

"Intinya niatnya dulu dikumpulin karena kalau cuma sekadar lihat orang 'ah pengin kayak gini deh' angin-anginan doang, enggak akan bener... Dedikasi, jangan dua bulan 'udah bagus ah berenti ah', kurus lagi. Jadi harus terus aja, karena healthy lifestyle is a process and you have to enjoy every process," ungkapnya saat ditemui detikHealth di sela acara L-Men, Kamis (3/4/2018), Senayan, Jakarta Selatan.

Satu orang dengan orang lainnya memiliki perbedaan, mulai dari tingkat metabolisme sampai olahraga yang cocok untuk mendapatkan berat badan yang ideal.

"Pelajari banyak tentang ilmu yang pas buat tubuh kita. Mulai dari nutrisi, olahraganya, yang cocok buat kita. Karena orang kalau ditanya ini beda, tanya yang ini beda. Kalau kayaknya metode ini pas deh buat badan kita, nah stick deh," saran Nico.

Duh salah besar! Pengalaman Abi Bayu, youtuber dan selebgram dengan akun @esteh_entertaiment, yang juga seorang praktisi kebugaran, memakan makanan secara asal tanpa memikirkan nutrisinya hanya akan berdampak buruk bagi kesehatan.

"Dulu ada jamannya makan segalanya supaya naik baru di maintain, sekarang udah maintain banget makannya beras merah, bacem, mashed potato, gitu-gitu. Tapi saya sadar, nambah berat badannya ya lemak, penyakitan kan," ungkap Abi.

Selain Abi, Nico juga mengaku pernah sampai mengalami kolesterol tinggi karena memaksakan diri untuk memakan segalanya tanpa memperhatikan nutrisi.

"Gendut enggak, kolesterol naik. Dari situ saya belajar untuk bagaimana sih nutrisi yang baik untuk tubuh, akhirnya berat badan saya naik tapi yang naik itu otot karena makanannya itu benar."

"Harus banget punya teman buat nemenin, karena kalau sendirian eventually pasti bosan. Kalau ada yang nemenin, kalau bisa cari personal trainer, itu akan membantu. Karena kan orang kayak kita nih butuh bantuan untuk naikin berat badan. Lagian bahaya kan kalau dia enggak kuat terus ngangkat beban," saran Abi.

Di samping itu, olahraga dengan teman juga bisa jadi pacuan buat kamu. Kalau teman kamu sudah berhasil mencapai berat badan ideal (plus perut sixpack) dan kamu belum, masa kamu enggak terpacu sih untuk mengalahkannya? Hehe.

(ask/up)

Berita Terkait