Rabu, 09 Mei 2018 19:01 WIB

Haruskah Semua Pasien Sakit Mag Lakukan Endoskopi?

Widiya Wiyanti - detikHealth
Sakit mag tidak boleh diremehkan karena bisa jadi tanda suatu penyakit yang serius. Foto: Thinkstock/Women's Health Mag
Jakarta - Sakit mag adalah penyakit saluran cerna yang sangat umum yang banyak di derita oleh masyarakat kita. Walaupun sangat lazim, sakit mag atau dalam istilah kedokteran disebut sebagai dispepsia tidak bisa diabaikan begitu saja.

Dokter ahli saluran cerna, dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH mengatakan bahwa sakit mag itu tidak boleh diremehkan. Pasalnya, ada jenis sakit mag yang harus dilakukan endoskopi atau tindakan untuk memeriksa saluran pencernaan dengan menggunakan teropong.

"Sakit mag itu dibagi jadi dua, fungsional dan organik. Kalau fungsional diteropong nggak ditemukan apa-apa, tapi jenis ini yang paling banyak. 80 persen masyarakat sakit mag fungsional," ujarnya saat ditemui di Hotel Ibis Senen, Jakarta Pusat, Rabu (9/5/2018).


"Kalau sakit mag organik, tidak normal. Itu yang biasanya GERD, atau ada tukak lambung atau di daerah usus 12 jari, atau ada polip, atau bahkan kanker," lanjut dr Ari.

dr Ari menegaskan bahwa setiap orang yang memiliki penyakit mag tidak boleh meremehkan dan tidak perlu menjadi dokter bagi dirinya sendiri. Karena, bisa jadi sakit mag yang dirasakannya merupakan tanda dari penyakit lain.

"Penting nggak diteropong (diendoskopi)? Penting! Karena satu persen bisa jadi kanker," pungkasnya.

(wdw/up)