Bukan tanpa alasan jika banyak orang terpancing amarahnya. Dampak aksi terorisme tidak hanya dialami oleh korban yang saat itu ada di lokasi kejadian, tetapi juga orang lain yang ikut ketakutan walau hanya mendengar kabar dari media sosial. Terlebih yang disertai foto-foto vulgar saat para korban dalam kondisi mengenaskan.
Banyak seruan untuk tidak takut, namun kenyataannya rasa cemas tidak terhindarkan. Teror semacam itu bisa muncul kapan saja, dan siapapun bisa jadi korban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Imbangi dengan fakta
Ketakutan yang berlebih bisa membuat seseorang sulit berpikir rasional. Imbangi dengan fakta agar terhindar dari situasi demikian.
Batasi paparan media sosial
Dalam situasi seperti ini, tidak semua informasi di media sosial ada manfaatnya. Ada juga yang hanya memupuk ketakutan, misalnya foto-foto korban dalam kondisi mengenaskan dan tidak disensor. Batasi saja jika memang itu memicu rasa cemas.
Saat merasa cemas, pejamkan mata dan tarik napas dalam-dalam. Foto: thinkstock |
Tarik napas
Saat stres maupun cemas, teknik pernapasan yang baik sangat membantu. Menutup mata dan menarik napas dalam-dalam bisa membuat seseorang lebih tenang.
Jalani rutinitas seperti biasa
Tetap menjalankan rutinitas adalah salah satu cara mengalihkan perhatian agar tidak terfokus pada hal-hal yang menakutkan. (up/up)












































Saat merasa cemas, pejamkan mata dan tarik napas dalam-dalam. Foto: thinkstock