"Seorang narsistik, menurut definisi, adalah seseorang dengan sifat yang muluk, kebutuhan akan dikagumi, dan kurangnya empati, yang gejalanya dimulai pada awal masa dewasa," kata Cory Newman, PhD, seorang profesor psikologi di Perelman School of Medicine, University of Pennsylvania.
Untuk membedakan apakah orang yang kamu temui adalah orang yang narsistik atau bukan, kenali ciri-cirinya seperti yang sudah dirangkum oleh detikHealth dari Prevention.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mau dibilang keren tapi enggak mau berusaha
|
Foto: Thinkstock
|
Mereka secara rutin melebih-lebihkan kemampuan mereka dan secara bersamaan mendevaluasi kontribusi orang lain. Mereka bisa merasa terkejut ketika mereka tidak mendapatkan pujian yang mereka rasa pantas mereka dapatkan.
Kalau mereka melakukan kesalahan, mereka enggak mau tuh disalahkan karena menurut mereka kesalahan itu pasti dilakukan oleh orang lain.
Pengin dianggap spesial
|
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Sama halnya ketika mereka sakit atau butuh bantuan orang lain, mereka beranggapan harus ditangani orang yang 'selevel' juga dengannya.
"Ketika mereka datang untuk beberapa jenis terapi, mereka sangat spesifik ingin ditangani oleh orang terbaik," kata Newman. "Mereka tidak ingin sembarang terapis, mereka tidak menginginkan seorang siswa, mereka menginginkan orang terbaik. Dan mereka bersikeras tentang hal itu."
Baik kepada orang yang mengidolakannya saja
|
Foto: IMDB
|
"Mereka akan tampak menawan dan luar biasa serta memberikan kamu perhatian penuh sampai kamu menegaskan diri (kalau kamu tidak menyukainya). Kemudian kamu bakal melihat hal jahat yang belum pernah kamu lihat sebelumnya. Dan itu menakutkan."
Terserah deh mau datang jam berapa
|
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
"Kamu bisa saja merencanakan acara dengan mempertimbangkan jadwal orang ini dan kemudian mereka mungkin tidak hadir. Bahkan tidak terpikir oleh mereka bahwa mereka hanya membuat marah semua orang," ujar Newman.
Kurang empati
|
Foto: Thinkstock
|
"Mereka bisa saja mengeluhkan tentang betapa menjengkelkan ayah mereka kepada seseorang yang ayahnya baru saja meninggal," jelas Newman.











































