Jumat, 18 Mei 2018 07:31 WIB

Rokok Elektrik Meledak, Kematian Pria Ini Jadi Kasus Pertama di AS

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
Jakarta - Seorang pria berusia 38 tahun asal Florida meninggal saat alat vape (rokok elektrik) yang ia gunakan meledak dan dua kepingannya menusuk kepalanya pada tanggal 5 Mei 2018 lalu. Kematian Tallmadge "Wake" D'Elia ini menjadi kasus fatal rokok elektrik pertama di Amerika Serikat.

Penyebab kematian resminya tertulis sebagai 'luka proyektil pada kepala' dan dianggap sebagai kecelakaan. Dilaporkan Fox News, ia juga mengalami luka bakar nyaris 80 persen di tubuhnya saat ia ditemukan para pemadam kebakaran di kamarnya.

"Ini adalah kejutan yang mengerikan. Siapapun yang telah kehilangan putranya tak ingin siapapun kehilangan dengan cara seperti ini. Pria berusia 38 tahun tak seharusnya meninggal, aku dan ibunya merasa hancur," kata Christopher D'Elia, ayah sang korban.


Laporan investigasinya tak menyebutkan penyebab rokok elektrik itu meledak, namun seseorang menyebutkan bahwa kemungkinan besar karena masalah baterai atau alat penyemprot. Perusahaan pembuat rokok elektrik tersebut sebelumnya dilaporkan mengalami masalah dengan pabrik lain yang membuat baterai imitasi.

"Aku tak tahu cukup banyak mengenai teknologi vape. Aku tak melihat apa yang ia lakukan menarik dan aku pernah memintanya (anaknya) untuk tidak melakukannya di rumah karena aku tak suka baunya dan ia tidak menurut. (Saat itu) aku dan ibunya tak berada di rumah, jadi mungkin itulah mengapa ia menggunakannya di dalam (rumah)," jelas Christopher.

Terkait hal ini, pihak Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan untuk tidak membawa sisa baterai rokok elektrik di dalam kantung untuk menghindari kontak dengan koin, kunci dan obyek metal lainnya.

Mereka juga menyarankan untuk mengisi dayanya pada permukaan datar, jauh dari apapun yang mudah terbakar dan tidak mengisi dayanya saat tidur atau tanpa pengawasan.

(frp/up)
News Feed