Terkait hal tersebut tiga pasien Ebola yang seharusnya dirawat di ruang isolasi rumah sakit malah melarikan diri. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi dijelaskan oleh Dr Jean-Clement Cabrol dari Medecins Sans Frontieres karena pasien mendapat bantuan pihak keluarga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasien dibawa ke gereja berdoa bersama 50 orang lainnya. Dua pasien baru ditemukan pukul dua pagi, satu sudah meninggal sedangkan satu lainnya sekarat. Jadi ada kontak ke 50-60 orang. Pasien sedang dalam masa aktif penyebaran penyakit, muntah-muntah," lanjut Dr Cabrol.
Dari tiga pasien yang melarikan diri, dua orang akhirnya meninggal sementara satu orang kembali ke rumah sakit.
Kepala Respons Darurat WHO Dr Peter Salama mengatakan petugas sedang melacak siapa saja yang bersinggungan dengan pasien. Ada kekhawatiran bahwa kejadian ini telah membuat lebih banyak orang terinfeksi oleh virus mematikan tersebut.
"Dari momen mereka kabur Kementerian Kesehatan, WHO, dan mitra lainnya sudah memonitor secara dekat setiap kontak," kata Dr Peter.











































