Sabtu, 26 Mei 2018 19:10 WIB

Berapa Lama Suhu di Dalam Mobil Bisa Naik Sampai Batas Mematikan?

Firdaus Anwar - detikHealth
Kamu mungkin pernah mendengar ada anak atau hewan yang tewas kepanasan tidak sengaja terkunci di dalam mobil Foto: ilustrasi/thinkstock Kamu mungkin pernah mendengar ada anak atau hewan yang tewas kepanasan tidak sengaja terkunci di dalam mobil Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Sudah bukan rahasia lagi kalau suhu ruangan mobil yang diparkir di luar siang hari dapat meningkat sangat tinggi. Hal ini yang kadang memicu tragedi ketika orang-orang tidak sengaja meninggalkan anak atau hewan peliharannya terkunci di dalam mobil.

Menginvestigasi hal tersebut sekelompok peneliti mencoba mencari tahu sebetulnya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk suhu di dalam mobil meningkat sampai batas mematikan. Eksperimen yang dipublikasi dalam jurnal Temperature ini dilakukan dengan suhu udara sekitar 35 celsius.



Diketahui dalam waktu satu jam suhu udara di dalam mobil dapat meningkat sampai rata-rata 47 derajat celsius. Suhu di dashboard lebih tinggi mencapai 69 derajat celsius dan suhu bangku penumpang mencapai 51 derajat celsius.

Sementara itu ketika mobil diparkir di bawah bayangan teduh, dalam satu jam suhu di dalam ruangan mencapai rata-rata 38 derajat celsius. Suhu dasboard mencapai 42 derajat celcius sedangkan bangku penumpang mencapai 41 derajat celsius.

"Bayangkan apa yang terjadi pada anak-anak bila terperangkap dalam situasi seperti itu. Mereka bernapas menghembuskan kelembapan. Ketika udara lembap maka suhu tubuh tidak bisa turun karena keringat tidak menguap," ungkap salah satu peneliti Nancy Selover seperti dikutip dari Live Science, Sabtu (26/5/2018).

Apa yang terjadi ketika suhu tubuh mencapai lebih dari 40 derajat celsius adalah risiko heat stroke. Kondisi tersebut terjadi ketika tubuh tidak bisa lagi mengendalikan suhu sehingga terjadi kegagalan fungsi organ.

"Kami harap temuan ini dapat dimanfaatkan untuk upaya kewaspadaan dan pencegahaan heat stroke pada anak-anak di kendaraan. Semoga juga bisa diadopsi untuk dasar teknologi yang bisa mengingatkan orang tua bila meninggalkan anaknya," kata pemimpin studi Jennifer Vanos dari University of California.

(fds/mrs)
News Feed