Pembatasan makan dan minum dapat menurunkan asupan kalori sekitar 12-15 persen, namun efek psikologis yang ditimbulkan saat berpuasa akan membuat rasa tenang dan damai sehingga gula darah menjadi lebih stabil selama puasa. Lalu amankah usia lanjut berpuasa?
"Usia lanjut sebenarnya aman berpuasa jika tidak terjadi masalah pada kesehatannya," ujar dr Noto Dwimartutie, Sp PD-Kger dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Lansia Mau Puasa, Aman Enggak Sih? |
Jawabannya adalah aman, jika kesehatan stabil, penyakit terkontrol dan tidak ada infeksi akut. Perubahan jam makan akan berbuah pada saat bulan puasa, namun kebutuhan kalori harus sama dengan ketika tidak puasa.
Lansia yang ingin berpuasa wajib mengonsumi cairan 30-50cc atau 8-10 gelas perhari agar tidak kekurangan cairan saat siang hingga waktu berbuka. Dengan cara 2 gelas saat sahur, 2 gelas saat berbuka puasa, 4-5 gelas setelah tarawih atau sebelum tidur, 1 gelas saat bangun tidur sebelum sahur.
Saat sahur disarankan untuk mengonsumsi makanan yang tinggi serat dan lambat cerna seperti kedelai agar tidak mudah terasa lapar. Batasi juga konsumsi teh dan kopi, karena merangsang tubuh untuk sering buang air kecil. Ternyata minuman manis akan dicerna lebih cepat sehingga akan cepat merasa lapar dan memungkinkan dehidrasi.
Walaupun merasa aman berpuasa, wajib konsultasikan kepada dokter agar tidak terjadi hal yang bisa menyebabkan kesehatannya menurun. Jangan lupa tetap konsumsi obat yang harus diminum saat berbuka puasa dan sahur. Jika kondisi fisik tidak memungkinkan dianjurkan untuk tidak memaksakan diri untuk berpuasa.
Tonton juga 'Nggak Cuma Kamu, Penyandang Disabilitas Juga Ikut Puasa':
(up/up)











































