Jumat, 01 Jun 2018 08:07 WIB

Virus Nipah yang Menyerang Otak Sudah Tewaskan 15 Orang di India

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Wabah virus Nipah yang terjadi di Kerala, India, kembali memakan korban. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Wabah virus Nipah yang terjadi di Kerala, India, kembali memakan korban. Saat ini tercatat sudah ada 15 orang yang meninggal karena positif terinfeksi virus Nipah.

Laporan terbaru dari Kementerian Kesehatan India menyebut total sudah ada 17 orang yang positif terinfeksi virus Nipah. Madhusudhanan (55) dan Akhil (28) merupakan dua korban meninggal terbaru yang diduga terpapar virus dari tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit.

"Dua orang ini diduga mengalami paparan virus dari kenalan atau kolega mereka yang bekerja di rumah sakit. Seperti diketahui, rumah sakit menjadi pusat penularan utama virus Nipah dari manusia ke manusia," ungkap petugas medis dari distrik Kozhikode, V. Jayashree, dikutip dari Reuters.

Pakar mengatakan tenaga kesehatan merupakan kelompok paling berisiko tertular virus Nipah. Sebagian besar korban meninggal adalah orang-orang yang mengalami kontak dengan pasien pertama di rumah sakit.

Meski begitu, pemerintah India sendiri menyebut wabah virus Nipah yang terjadi saat ini masih bisa ditangani. Hingga saat ini, belum ada laporan virus menyebar ke daerah lain di India.



Virus Nipah sendiri merupakan jenis virus RNA dan bagian dari keluarga Paramyxodivae, salah satu patogen penyakit zoonotik (bersumber dari hewan) yang berbahaya. Pertama kali ditemukan pada tahun 1998, nama virus Nipah diambil dari tempat pertama kalinya wabah berlangsung yakni di Kampung Sungai Nipah, Malaysia.

Infeksi virus Nipah tidak memiliki gejala khusus. Pasien biasanya merasakan gejala mirip dengan infeksi saluran napas yakni sesak dan kesulitan bernapas, sakit kepala, nyeri otot, mual-muntah hingga radang tenggorokan.

Pada tingkat lanjut, infeksi virus Nipah bisa menyebabkan tubuh lemas, masalah saraf dan kehilangan kesadaran. Penanganan terlambat dapat menyebabkan komplikasi ke otak dan menyebabkan koma.

Virus Nipah punya angka kematian yang cukup tinggi, yakni 40 hingga 75 persen. Kelompok paling berisiko adalah anak-anak dan orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah.




(mrs/up)