Jumat, 01 Jun 2018 14:08 WIB

Periksa Fosil Tulang Kuno, Ilmuwan Temukan Virus Paling Tua di Dunia

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Percaya nggak kalau virus penyakit sudah hidup di bumi sejak 7.000 tahun yang lalu? Dengan penelitian, ilmuwan berhasil menemukan virus tertua di dunia. Foto: Basith Subastian/Infografis Percaya nggak kalau virus penyakit sudah hidup di bumi sejak 7.000 tahun yang lalu? Dengan penelitian, ilmuwan berhasil menemukan virus tertua di dunia. Foto: Basith Subastian/Infografis
Jakarta - Ketika bicara soal penyakit kuno, apa yang ada di pikiranmu? Kusta, flu, atau diare? Lewat penelitian, ilmuwan berhasil menemukan virus paling tua di dunia.

Eske Willerslev, pakar genetik dari University of Copenhagen, Denmark, melakukan penelitian dengan menganalisis fosil tulang manusia kuno yang sudah berusia 7.000 tahun. Ditemukan bahwa fosil tersebut memiliki DNA salah satu strain virus hepatitis B.



"Temuan ini penting mengingat hepatitis B masih menjadi salah satu penyakit infeksi yang membebani kesehatan," ungkapnya, dikutip dari NY Times.

DNA virus ditemukan dengan menganalisis serpihan tulang di bagian mulut dari 15 fosil tulang kuno. Temuan ini mengalahkan rekor virus paling tua sebelumnya, yang berusia 450 tahun.

Fosil tulang kuno tempat ditemukannya DNA Hepatitis BFosil tulang kuno tempat ditemukannya DNA Hepatitis B Foto: NYTimes


Barbara Muhlemann dari Centre for Pathogen Evolution, University of Cambridge, mengatakan temuan DNA virus hepatitis B kuno ini merupakan kunci untuk menemukan obat baru bagi infeksi hepatitis B pada manusia.

"Rasanya seperti menemukan tambang emas. Justru pada fosil tulang paling tualah kami menemukan adanya strain virus hepatitis B ini," tuturnya.

Hepatitis B merupakan salah satu penyakit yang bisa menular lewat hubungan seks atau penggunaan jarum suntik bersama. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengestimasi hepatitis B membunuh 887.000 orang setiap tahunnya.

(mrs/up)
News Feed