Testosteron Tinggi, Pria Jadi Kurang Religius dan Lebih Antisosial

Testosteron Tinggi, Pria Jadi Kurang Religius dan Lebih Antisosial

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Jumat, 01 Jun 2018 15:32 WIB
Testosteron Tinggi, Pria Jadi Kurang Religius dan Lebih Antisosial
Kadar hormon testosteron yang tinggi tidak hanya berpengaruh terhadap maskulinitas pria. Foto: thinkstock
Jakarta - Kadar hormon testosteron yang tinggi tidak hanya berpengaruh terhadap maskulinitas pria. Studi menyebut kadar testosteron juga berpengaruh terhadap sifat religius dan kecenderungan antisosial.

Peneliti dari McGill University di Montreal, Kanada melakukan penelitian kepada 1.000 pria berusia 57 hingga 85 tahun. Partisipan diminta mengisi kuesioner tentang seberapa sering mereka beribadah dan apakah mereka berinteraksi dengan orang lain di tempat peribadatan.



ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil kuesioner lalu dibandingkan dengan berat badan, tinggi badan dan juga kadar testosteron partisipan. Ditemukan bahwa pria dengan kadar hormon testosteron tinggi diketahui kurang religius dan cenderung antisosial.

"Literatur medis menunjukkan bahwa kadar testosteron yang tinggi membuat pria lebih rentan agresif dan selingkuh, dua hal yang bisa dikatakan antisosial," ungkap dr Aniruddha Das, peneliti dari McGill University, dikutip dari Daily Mail.

Testosteron merupakan hormon seks pria. Fungsinya antara lain menjaga kesehatan alat kelamin pria dan memproduksi jaringan di bagian testis dan prostat.

Peneliti menduga pengaruh lingkungan turut berperan dalam hubungan antara testosteron dengan sifat religius. Beberapa kebiasaan religius yang dilakukan manusia menciptakan perubahan biologis dalam tubuh, dan memengaruhi kebiasaan di hari tua.

Meski begitu, Das juga mengatakan butuh penelitian lebih lanjut untuk melihat secara jelas apa hubungan antara testosteron dengan sifat antisosial dan religius.

(mrs/up)

Berita Terkait