Sabtu, 02 Jun 2018 04:20 WIB

Kurang Tidur Sepanjang Pekan, Bolehkah Ditebus di Akhir Pekan?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Mumpung akhir pekan, banyak yang ingin berlama-lama di tempat tidur (Foto: Thinkstock) Mumpung akhir pekan, banyak yang ingin berlama-lama di tempat tidur (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Libur akhir pekan adalah waktu yang sangat menggoda untuk bermalas-malasan. Terlebih bagi yang merasa kurang tidur sepanjang pekan, rasanya ingin menebusnya dengan tidur sepanjang hari.

Tetapi bolehkah itu dilakukan? Tentu saja boleh, tetapi tentu manfaatnya tidak sebagus tidur teratur selama 6-8 jam tiap hari.

Tidur kurang dari 5 jam sehari, dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko kematian dini karena berbagai jenis penyakit. Tetapi menurut penelitian terbaru, risiko tersebut bisa diturunkan lagi dengan tidur lama di akhir pekan.



Penelitian yang dipublikasikan di Journal of Sleep Research tersebut melibatkan lebih dari 43 ribu orang dewasa di bawah usia 65 tahun. Para ilmuwan membandingkan pola tidur mereka dengan risiko kematian yang dihadapi 13 tahun kemudian. Hasilnya?

"Tidur panjang di akhir pekan bisa mengkompensasi kurang tidur sepanjang pekan," tulis para ilmuwan, dikutip dari Menshealth.

Walau begitu, tidur teratur sepertinya tetap lebih dianjurkan. Berbagai penelitian lain lebih banyak menyebut bahwa berlama-lama di akhir pekan tidak terlalu banyak manfaatnya jika di hari lain masih tetap kurang tidur.

(up/up)