Sabtu, 02 Jun 2018 12:14 WIB

Angkat Beban Terlalu Berat, Remaja Ini Kena Penyakit Mematikan

Widiya Wiyanti - detikHealth
Berlatih angkat beban terlalu keras, remaja ini didiagnosis rhabdomyolysis. Foto: Thinkstock
Jakarta - Orang yang melakukan olahraga angkat beban biasanya bertujuan untuk membentuk otot-otot tubuh agar menjadi lebih kekar dan semakin kuat. Bukan kuat yang dialami Jared Shamburger, namun ia justru terserang penyakit mematikan setelah terlalu berat berolahraga angkat beban.

Seperti yang dilaporkan ABC13, remaja berusia 17 tahun ini mengalami sakit setelah olahraga angkat beban selama 90 menit di gym dekat rumahnya di daerah Houston, Texas. Ia ingin menyaingi ayah dan kakak laki-lakinya yang telah menjadi binaragawan selama bertahun-tahun.

"Semuanya sakit. Sakit bila disentuh, itu bengkak," ujar Jared.


Sakitnya pun tidak mereda. Ibunya, Judy Shamburger pun menghubungi dokter. Dokter pun mendiagnosisnya dengan rhabdomyolysis, yaitu kondisi di mana otot mengalami kerusakan dengan melepaskan pigmen mioglobin dari otot ke dalam darah.

Zat dari kerusakan otot tersebut dapat membahayakan ginjal karena menghalangi struktur penyaringan yang bisa menyebabkan gagal ginjal karena ginjal tidak bisa mengeluarkan zat tersebut.

Beberapa kasus rhabdomyolysis adalah hasil dari kelelahan. Jika tidak diobati, kondisinya bisa menyebabkan kematian. Akhirnya Jared dirawat di rumah sakit selama lima hari hingga kondisinya membaik.

"Jika dia tidak segera ditangani, atau jika dia tidak memberitahuku, saya bahkan tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi," tutur Judy.

(wdw/up)