Selasa, 05 Jun 2018 15:27 WIB

Hobi Kuliner? Harus Tahu Ciri Makanan Mengandung Boraks dan Formalin

Aisyah Kamaliah - detikHealth
ilustrasi makanan berformalin. Foto: Dony Indra Ramadhan
Jakarta - Buka puasa adalah waktu yang tepat untuk melakukan wisata kuliner. Selain rasa yang enak di lidah, kamu juga harus memperhatikan ya keamanan serta sanitasi dari makanan yang kamu konsumsi, jangan sampai mengandung bahan berbahaya semisal formalin atau boraks.

Memang tak mudah bila hanya mengandalkan secara kasat mata, namun beberapa ciri bisa muncul ketika makanan tersebut terkontaminasi dengan bahan makanan berbahaya. Seperti contohnya boraks yang sering disalahgunakan untuk ditambahkan pada jajanan (lontong, bakso, atau mie basah).

Menurut penjelasan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), makanan yang mengandung boraks (contoh kerupuk) akan bertekstur renyah, meskipun disimpan dalam ruangan terbuka seharian akan tetap garing. Selain itu, ada sensasi getir usai memakannya.


Lain halnya jika ditemukan pada bakso, teksturnya akan menjadi sangat kenyal. Hal ini juga pernah disampaikan oleh Dr Rahmawati, Wakil Dekan Fakultas Teknologi Pangan Universitas Sahid Jakarta kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

"Kalau bakso tuh ciri-cirinya tuh teksturnya tuh kenyal sekali, sangat kenyal. Kalau bakso biasa itu kenyal, ini lebih kenyal," ujarnya.

Di samping itu, perubahan warna juga mengalami perbedaan yang cukup mencolok.

"Bakso kan dibuat dari daging, daging itu kalau kena panas akan terjadi pencokelatan. Nah kalau dikasih borak dia enggak jadi cokelat, tapi cenderung putih," imbuhnya.

Sementara itu untuk formalin yang biasa digunakan pada tahu atau mie basah juga punya ciri-ciri yang dapat dibaca. Seperti tekstur tahu yang lebih kenyal, tidak mudah hancur, tidak mudah busuk serta beraroma menyengat. Untuk mie basah akan tampak sangat berminyak, lebih awet, dan tidak mudah basi.

Sekarang harus lebih waspada dan sadar akan keamanan pangan ya!


[Gambas:Video 20detik]


(ask/up)