Sabtu, 09 Jun 2018 13:36 WIB

Risiko Mudik dalam Cuaca Terik, Awas Dehidrasi

Nabilla Nufianty Putri - detikHealth
Teriknya matahari bisa jadi tantangan tersendiri bagi pemudik. (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)
Jakarta - Cuaca terik dalam perjalanan mudik perlu diantisipasi. Kurang minum air bisa menyebabkan dehidrasi akibat terlalu banyak cairan tubuh yang keluar lebih banyak.

"Kondisi panas kemungkinan akan mengakibatkan dehidrasi karena minim perbekalan, dan karena cuaca ekstrem akan berakibat gampang sakit," ujar dr Dante Saksono Harbuwono, SpPD-KEMD, PhD, internis dari RS Cipto Mangunkusumo.



dr Dante menyarankan agar membawa perbekalan air yang cukup, terlebih jika tidak berpuasa. Sedangkan yang berpuasa juga harus mempersiapkan air minum saat berbuka nantinya.

Sementara itu, praktisi kesehatan dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH MMB juga menyebut bahwa anak muda yang memang sehat dan kondisi fisik prima serta tidak mempunyai penyakit kronik mungkin akan kuat menghadapi kondisi macet berlama-lama. Tapi untuk orang tua dengan penyakit kronis misal sakit jantung atau sakit paru-paru atau penyakit diabetes tentu kondisi dehidrasi ini sangat berbahaya.

"Jika dehidrasi berlanjut jantung akan berdetak lebih cepat dan jika terus berlanjut seseorang yang mengalami dehidrasi tersebut mengalami sakit kepala, emosinya meningkat dan bisa saja menyebabkan terjadinya penurunan kesadaran," ungkap dr Ari.

(up/up)