Selasa, 19 Jun 2018 17:12 WIB

Kecanduan Nge-game? Hati-hati, WHO Kini Golongkan Jadi Gangguan Mental

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Main game mungkin sudah jadi sesuatu yang kita gunakan untuk mengisi waktu luang atau mengusir stres setelah bekerja seharian. Namun, hati-hati jika kamu sudah merasa kecanduan dengan game tersebut, karena Badan Kesehatan Dunia (WHO) kini menggolongkan kecanduan game sebagai gangguan mental dalam International Classification of Diseases (ICD) yang disebut gaming disorder.

Penambahan ini dilakukan terkait meningkatnya kekhawatiran terhadap masalah kecanduan internet dan video game, terutama pada anak-anak dan remaja. Kecanduan ini diperdebatkan berada dalam level yang sama dengan kecanduan alkohol atau mariyuana dan bahkan beberapa penyakit dalam seperti penyakit pernapasan atau gangguan imun.

Dalam situs resminya, WHO mendefinisikan gaming disorder sebagai "lemahnya kontrol terhadap bermain game, meningkatnya prioritas pada bermain game daripada aktivitas lainnya hingga pada titik melebihi minat dan aktivitas harian lainnya serta keberlanjutan atau peningkatan pada bermain game meski terjadi konsekuensi negatif."


Walau begitu, WHO menegaskan bahwa gaming disorder hanya sesuatu yang harus didiagnosis dan hanya mempengaruhi sekelompok kecil orang yang memang terlibat dalam aktivitas game video atau digital.

Menanggapi keputusan WHO tersebut, Dr Kevin Gilliland, seorang psikolog klinis menyebut bahwa terlalu dini bagi WHO untuk mengklasifikasi hal tersebut sebagai sebuah gangguan tanpa riset yang mendalam. Baginya bidang riset internet gaming belum dapat berprogres menjadi ranah yang sesuai untuk studi-studi tersebut.

Dr Gilliland mengimbau para orang tua dan teman untuk tidak terlalu mengkhawatirkan kemungkinan kecanduan bermain game kecuali sudah mencapai tingkatan yang cukup besar. Seperti ditunjukkan lewat penggunaan obat-obatan dan alkohol serta adanya gangguan klinis yang signifikan.

"Yang berarti bermain game hingga pada titik di mana hal tersebut mengganggu tidur mereka, atau pola makan mereka, atau level aktivitas fisik mereka atau bahkan sampai mengganggu pekerjaan. Hal tersebut mesti jadi pola yang signifikan dalam jumlah waktu yang cukup," tuturnya, dikutip dari People.

Menurutnya, kecintaan terhadap bermain game sama saja seperti minat yang lainnya, misal hobi menonton drama televisi. Dan hal tersebut bukanlah gangguan, apalagi sebuah gangguan mental, jika tanpa disertai gejala-gejala signifikan yang cukup parah yang timbul seiring waktu.

"Kita belum bisa menyebut bahwa bermain game setara dengan beberapa gangguan lain tersebut; kita tak punya datanya. Mungkin suatu hari, tetapi tidak sekarang," tandasnya.

(frp/up)
News Feed