Kamis, 21 Jun 2018 08:09 WIB

Idap Epilepsi? Disney Peringatkan Bahaya Saat Tonton The Incredibles 2

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Pasien epilepsi sebaiknya waspada saat menonton The Incredibles 2. Foto: imdb. Pasien epilepsi sebaiknya waspada saat menonton The Incredibles 2. Foto: imdb.
Jakarta - Baru saja rilis pada 14 Juni lalu, film kartun The Incredibles 2 sudah menuai kontroversi. Pasalnya, di film tersebut banyak adegan yang memiliki kilatan cahaya terang yang dapat mengganggu orang yang foto sensitif terutama pengidap epilepsi.

Masalah ini viral di media sosial, terutama di Twitter, di mana mereka yang baru saja menonton film The Incredibles 2. Mereka beramai-ramai menyarankan untuk tidak menonton film tersebut jika memiliki riwayat epilepsi atau keluhan foto sensitif lainnya.

Salah satunya adalah Kristin Supe dari Departemen Psikologi di Ohio State University. Ia melihat ada peringatan di pintu bioskop dan jendela loket tiket, lalu memotretnya dan membagikannya lewat akun Twitternya.


"Karena aku ingin para muridku melihat bagaimana materi di kelas diaplikasikan dalam dunia nyata dan kehidupan sehari-hari," tuturnya, dikutip dari CNN.

Secara umum, lanjut Kristin, epilepsi atau yang sering kita sebut dengan penyakit ayan adalah sebuah aktivitas elektrik dalam otak yang tidak terkontrol. Epilepsi ada macam-macam, tergantung dari tipenya, keparahan dan fokusnya.


"Epilepsi terdiagnosis ketika terjadi berulang-ulang. Epilepsi foto sensitif mempengaruhi hanya sebagian kecil dari mereka yang mengidap epilepsi," katanya lagi.

Peringatan tersebut berkaitan dengan 3 persen orang pengidap epilepsi yang mana stimulasi visualnya pada intensitas tertentu, seperti kedipan cahaya terang atau pola bergerak, dapat memicu terjadinya gejala.

Tipe epilepsi mereka disebut dengan photosensitive epilepsy atau epilepsi foto sensitif. Kristin menyebut beberapa orang yang tidak memiliki epilepsi tipe ini juga bisa terpicu, menyebabkan migrain dan kondisi lainnya.


"Para pengidap epilepsi foto sensitif dapat mengurangi risikonya dengan menonton dengan lampu menyala atau berjarak jauh dari layar. Kalau kira-kira berisiko, konsultasikan pada dokter," kata Dr Shlomo Shinnar, presiden dari American Epilepsy Society.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 50 juta orang di dunia mengidap penyakit ini, membuatnya menjadi salah satu penyakit saraf yang paling umum diidap. Sementara di Indonesia sendiri penyakit ayan cukup umum, diperkirakan ada 150 ribu kasus tiap tahunnya.

(frp/up)